Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Merespons Telepon, Pria di Kertak Hanyar Ditemukan Meninggal di Rumah

M Fadlan Zakiri • Rabu, 10 Juni 2026 | 15:20 WIB
IDENTIFIKASI: Petugas kepolisian memeriksa jenazah pria yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Komplek Mahligai Permai I, Desa Kertak Hanyar II, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026). (POLRES BANJAR)
IDENTIFIKASI: Petugas kepolisian memeriksa jenazah pria yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Komplek Mahligai Permai I, Desa Kertak Hanyar II, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026). (POLRES BANJAR)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Seorang pria berinisial A, 36, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Komplek Mahligai Permai I, RT 15, Desa Kertak Hanyar II, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6).

Korban ditemukan setelah tidak merespons panggilan telepon yang dilakukan kerabatnya. Karena merasa curiga, seorang saksi kemudian mendatangi rumah korban untuk memeriksa kondisinya.

Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli, melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP Alfian Noor mengatakan, saat saksi masuk ke dalam rumah sekitar pukul 08.00 Wita, korban ditemukan sudah tergeletak terlentang di lantai dengan mulut berbusa.

"Korban kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan," ujar Alfian.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kertak Hanyar yang dipimpin Wakapolsek Ipda Didik Darmanto bersama anggota piket mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum.

"Berdasarkan koordinasi awal dengan dokter yang menangani, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," katanya.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan yang diduga milik korban, di antaranya Amlodipine Besylate dan Acetylsalicylic Acid.

Menurut keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke dan hipertensi. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

"Keluarga korban menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat sakit stroke dan hipertensi. Mereka juga tidak menghendaki autopsi serta tidak menuntut pihak mana pun atas meninggalnya korban," jelas Alfian.

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke kampung halaman dan dimakamkan.

"Setiap laporan masyarakat terkait penemuan jenazah tetap kami tindak lanjuti sesuai prosedur guna memastikan tidak ada unsur tindak pidana dan memberikan kepastian kepada keluarga maupun masyarakat," tutup Alfian.

Editor : Arif Subekti
#tidak merespons #korban ditemukan #Kertak Hanyar