RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Warga Jalan Jeruk, Sungai Ulin, Banjarbaru Utara meratakan gubuk dua lantai bekas tempat tinggal pelaku pembunuh Ustazah Hasanah. Aksi itu dilakukan karena warga resah dan khawatir kejadian serupa terulang.
Pantauan di lokasi, Selasa (9/6/2026), bangunan kayu tersebut kini roboh total. Puing kayu dan isi gubuk berserakan di area perkebunan. Kondisi kebun di sisi gubuk juga tak terawat, ditumbuhi rumput liar.
Ketua RW 05 Sungai Ulin, Sadino membenarkan pembongkaran murni inisiatif warga. "Masyarakat geram karena jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Jadi warga bersama-sama merobohkan pondok itu," ujarnya.
Selain kemarahan warga, pembongkaran dipercepat karena gubuk kosong sempat ditempati orang tak dikenal. RT dan RW sudah meminta identitas, tapi penghuni baru tidak bisa menunjukkannya.
"Ternyata ada dua kali orang yang sempat menempati kembali. Saat kami mintai identitas, mereka tidak bisa menunjukkannya. Kami sudah sarankan urus izin tinggal, tapi tidak ada respons," jelas Sadino.
Karena penghuni baru mengabaikan panggilan pengurus lingkungan dan dinilai rawan, warga sepakat mengambil tindakan tegas. Kini lokasi yang jadi saksi pembunuhan Hasanah sudah rata dengan tanah.
Kasus pembunuhan Hasanah sendiri sempat menggegerkan warga Banjarbaru setelah jasad korban ditemukan di kawasan kebun jagung di Sungai Ulin pada akhir April lalu.
Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan dua buruh lepas bernama Sodikin dan Firman sebagai pelaku. Keduanya diduga telah merencanakan aksi tersebut dengan motif pencurian yang dipicu masalah ekonomi.
Saat ini berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banjarbaru. Sebelumnya, pra rekonstruksi juga telah dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan sebelum perkara dinyatakan lengkap atau P21.
Kapolsek Banjarbaru Utara, AKP Yuwono mengatakan, hasil rekonstruksi semakin menguatkan dugaan jika kasus tersebut merupakan tindak pidana pembunuhan yang dilakukan secara bersama-sama oleh kedua tersangka.
Editor : Muhammad Rizky