Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Marbut Temukan Pria Tak Bernyawa di Teras Masjid Al Hidayah Banjarmasin

Maulana Radar Banjarmasin • Senin, 8 Juni 2026 | 14:38 WIB
EVAKUASI: Penemuan pria tak bernyawa di Masjid Al Hidayah Banjarmasin, Senin (8/6/2026) pagi. (POLSEK BANJARMASIN UTARA) 
EVAKUASI: Penemuan pria tak bernyawa di Masjid Al Hidayah Banjarmasin, Senin (8/6/2026) pagi. (POLSEK BANJARMASIN UTARA) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Jemaah Masjid Al Hidayah dan warga di Jalan Perumnas RT 40, Kayu Tangi Ujung, Banjarmasin Utara, mendadak geger, Senin (8/6/2026) pagi.

Seorang pria ditemukan meninggal dunia di teras belakang masjid dalam kondisi terlentang dan mengeluarkan busa dari mulut.

Korban pertama kali ditemukan oleh marbut masjid, Lahmuddin (32), sekitar pukul 04.30 Wita saat hendak menyiapkan masjid untuk Salat Subuh.

Mengetahui adanya orang yang tergeletak tak bernyawa, Lahmuddin langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan pengurus masjid sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.

Sambil menunggu petugas datang, jasad korban ditutupi menggunakan sajadah. Usai Salat Subuh, kabar penemuan mayat tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian warga. 

Sejumlah orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah di sekitar lokasi juga turut berdatangan.

Korban Kerap Tidur di Masjid

Korban diketahui bernama Teguh Andry Niagara (37), warga Jalan Simpang Gusti Raya RT 33, Kelurahan Alalak Utara.

Petugas kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke Kamar Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani visum.

Ketua RT 40, Rahmat Fauzi, mengungkapkan korban diketahui kerap tidur di selasar masjid dan sudah cukup lama berada di lingkungan tersebut.

"Awalnya kami tidak tahu korban ini warga mana. Ternyata setelah ditelusuri korban merupakan warga Simpang Gusti. Yang kami tahu selama ini korban sering tidur di selasar masjid," ujarnya.

Rahmat menyebut, selain korban, cukup banyak orang yang menjadikan selasar masjid sebagai tempat bermalam. Kondisi itu membuat warga dan pengurus masjid dilema.

"Kami bingung harus bagaimana. Kalau ditegur atau dilarang, takut salah persepsi karena ini masjid. Ada juga yang memang izin karena keluarganya dirawat di rumah sakit. Tetapi ada yang tinggal berhari-hari bahkan berminggu-minggu dan identitasnya tidak jelas," katanya.

Menurut Rahmat, sempat muncul wacana untuk mengunci pagar masjid pada malam hari. Namun rencana tersebut belum dilakukan karena masjid merupakan tempat ibadah yang terbuka bagi masyarakat.

"Kami sebenarnya merasa kurang nyaman karena orang yang tidur di sini macam-macam dan hampir semuanya tidak memiliki identitas yang jelas," tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Zahra (45), warga yang tinggal di seberang masjid. Ia mengaku keberadaan orang-orang yang sering bermalam di selasar masjid membuat sebagian warga resah.

"Pernah kami tegur, tetapi mereka kembali lagi setelah jemaah selesai Salat Isya. Ada yang sampai setahun tidur di selasar masjid. Orangnya banyak dan tidak jelas asal-usulnya," bebernya.

Zahra berharap ada penataan dari pihak terkait demi menjaga kenyamanan beribadah serta keamanan lingkungan sekitar masjid.

"Soalnya yang tidur di situ bukan satu dua orang. Memang ada yang benar-benar numpang karena keluarga dirawat di rumah sakit atau sekadar beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan, tetapi ada juga yang menetap cukup lama," tuturnya.

Tak Ditemukan Tanda-tanda Kekerasan

Dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, Kapolsek Banjarmasin Utara AKP Sunardi memastikan hasil visum tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Menurut keterangan keluarga, korban memang sering keluyuran dan tidur di luar rumah. Korban juga memiliki riwayat penyakit ayan. Busa yang keluar merupakan keterangan medis dan bukan akibat keracunan. Ada dugaan penyakitnya kambuh," jelas Sunardi.

Terkait keluhan warga mengenai banyaknya orang yang bermalam di lingkungan masjid, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait.

"Kami akan koordinasikan dengan pihak kelurahan, kecamatan, dan pihak terkait lainnya. Keluhan masyarakat ini akan kami tindak lanjuti," pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #penemuan