RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Misteri kematian balita berinisial NS (3) di Jalan Kasturi 2, Kelurahan Landasan Ulin Utara Kota Banjarbaru diselidiki Polisi.
Pihak keluarga secara terbuka mengungkap adanya sejumlah kejanggalan fisik pada tubuh korban yang memicu kecurigaan bahwa korban meninggal secara tidak wajar.
Tante korban, Norhikmah membeberkan kondisi mengenaskan sang keponakan saat dirinya tiba di rumah duka pada Rabu (3/6/2026) lalu.
Menurutnya, visual jenazah NS jauh dari kesan kematian normal akibat sakit biasa.
"Pertama saya datang ke tempat kematian, ada yang janggal dari jenazah tersebut. Saya melihat ada luka bakar, lebam, dan luka-luka di beberapa bagian tubuh," ungkap Norhikmah kepada awak media, Sabtu (6/6/2026).
Kejanggalan tersebut tidak berhenti di situ. Norhikmah merincikan bahwa luka yang kasat mata juga ditemukan di area vital kepala korban.
"Di bagian kepala ada luka, kemudian di sekitar pelipis mata juga ada luka. Di hidung juga terlihat ada darah," tambahnya.
Temuan-temuan fisik inilah yang mendasari pihak keluarga langsung mengambil langkah hukum dengan melapor ke Polsek Liang Anggang.
Sebelum melapor, Norhikmah sempat mengonfirmasi kondisi tersebut kepada ibu kandung balita. Berdasarkan pengakuan sang ibu, luka-luka yang melepuh pada tubuh NS disebabkan oleh insiden tidak sengaja tersiram air panas.
Informasi senada, diakuinya juga sempat didengar Norhikmah dari tetangga sekitar, yang menyebut peristiwa tersiram air panas itu terjadi sekitar sepekan sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.
Namun, penjelasan itu tidak serta-merta diyakini pihak keluarga. Keberadaan luka lebam dan bercak darah di hidung dinilai tidak sinkron dengan alibi kecelakaan air panas.
"Saya pribadi sudah cukup lama tidak bertemu dengan keponakan saya, jadi tidak tahu pasti bagaimana kondisinya selama sepekan setelah kejadian (tersiram air panas, red) itu," terangnya.
Kasus dugaan kematian tidak wajar ini pun kini menjadi atensi serius aparat penegak hukum.
Guna mengetahui penyebab pasti kematian bocah malang tersebut, tim gabungan telah melakukan proses ekshumasi (pembongkaran makam) dan autopsi terhadap jenazah korban serta olah TKP di tempat tinggal korban di Jalan Kasturi 2, Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru
Hingga berita ini diturunkan, Polsek Liang Anggang masih terus melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Status ibu kandung korban saat ini telah diamankan Kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Kami masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengetahui penyebab dan motifnya. Hasil autopsi nantinya akan kami sinkronkan dengan keterangan saksi maupun temuan alat bukti di lapangan," tegas Kapolsek Liang Anggang Kompol Heru Setiawan.
Editor : Fauzan Ridhani