Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Fakta Baru Kasus Perempuan dalam Kondisi Meninggal Dunia di Sawah Lok Tunggul, Korban Alami Puluhan Luka

M Fadlan Zakiri • Kamis, 4 Juni 2026 | 13:45 WIB
Kasatreskrim Polres Banjar AKP Rifandy Purnayangkara Putra menyampaikan terkait perkembangan penyelidikan kasus tewasnya seorang perempuan di area persawahan Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
Kasatreskrim Polres Banjar AKP Rifandy Purnayangkara Putra menyampaikan terkait perkembangan penyelidikan kasus tewasnya seorang perempuan di area persawahan Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Sejumlah nama diduga telah masuk radar penyidik dalam kasus tewasnya N (37), perempuan yang ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. 

Polisi kini fokus menguji alibi para terduga dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pelaku dibalik kematian korban.

Perkembangan terbaru, hasil penyelidikan juga mengungkap bahwa korban mengalami sekira 20 luka bacokan yang tersebar di bagian punggung dan lengan. 

Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan.

Kasatreskrim Polres Banjar AKP Rifandy Purnayangkara Putra mengatakan, penyelidikan terus berkembang sejak korban ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dusun Pangkalan pada Sabtu (30/5/2026) lalu.

Saat ini, penyidik telah mengantongi sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut. 

Namun, polisi masih membutuhkan alat bukti tambahan untuk memastikan keterlibatan pihak-pihak yang dicurigai.

“Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan bukti dan saksi yang mengarah kepada pelaku. Untuk yang kami duga sudah ada beberapa orang, namun kami masih mencari alat bukti dan petunjuk lain untuk mencocokkan dengan alibi-alibi yang disampaikan,” ujar Rifandy, Kamis (4/6/2026).

Meski telah mengantongi sejumlah nama, polisi belum menetapkan tersangka karena proses pembuktian masih berlangsung.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga aksi pembunuhan tersebut dilakukan oleh satu orang pelaku. 

Dugaan itu mengacu pada kondisi lokasi kejadian yang relatif sepi dan jauh dari aktivitas warga.

“Untuk pelaku diduga satu orang, karena memang lokasi kejadian merupakan tempat yang sepi dan tidak ada orang di sekitar area persawahan,” jelasnya.

Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan adanya barang atau jejak milik pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian. 

Namun hingga kini, polisi belum menemukan barang yang diduga milik pelaku di tempat korban ditemukan.

“Di TKP kami belum menemukan barang milik pelaku. Yang ada hanya barang milik korban, seperti sandal dan beberapa perlengkapan yang dibawa korban ke sawah,” tambah Rifandy.

Sebelumnya, korban diketahui berangkat menuju sawah sekira pukul 15.30 Wita. Namun hingga menjelang magrib, korban tidak kunjung pulang ke rumah.

Khawatir terjadi sesuatu, suami korban kemudian melakukan pencarian ke area persawahan. Sekira pukul 18.30 Wita, ia menemukan korban sudah tergeletak di area sawah dalam posisi tengkurap.

Saat itu, korban ditemukan dengan luka serius pada bagian belakang leher. Informasi awal yang beredar menyebut kondisi leher korban mengalami luka parah. 

Hasil pemeriksaan selanjutnya mengungkap adanya sekitar 20 luka bacokan pada tubuh korban, terutama di bagian punggung dan lengan.

Hingga kini, Satreskrim Polres Banjar masih terus mendalami motif serta mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian korban.

"Kami masih mencari alat bukti dan petunjuk lain untuk mencocokkan dengan alibi-alibi yang disampaikan," tutup Rifandy.

Editor : Arif Subekti
#penyelidikan kasus tewasnya #perwmpuan ditemukan meninggal #desa Lok Tunggul kecamatan pengaron #kabupaten banjar