RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Kebakaran hebat yang melanda Jalan S Parman Gang Kalimantan 1 RT 1, Kelurahan Belitung Utara, Banjarmasin Barat, Rabu (3/6/2026) dini hari sekitar pukul 04.30 Wita, menghanguskan delapan rumah warga, dua gudang, serta belasan ruang belajar di Kompleks Perguruan Muhammadiyah 1 Banjarmasin.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, kebakaran menghanguskan delapan unit rumah, dua gudang, dan 18 ruangan sekolah Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, menyebut warga yang terdampak terdiri dari beberapa kepala keluarga dengan total belasan jiwa.
"Total ada 16 jiwa, dua rumah dalam keadaan kosong dan dipastikan hanya kerugian materil," ujar Husni.
Pantauan di lokasi, kawasan permukiman yang terbakar kini hanya menyisakan puing-puing dan tanah bekas bangunan. Sementara di area sekolah, sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat akibat kobaran api.
Terkendala Sumber Air
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Relawan pemadam kebakaran berjibaku sejak dini hari hingga pagi karena terkendala sumber air. Kondisi anak Sungai Pangeran yang surut membuat petugas kesulitan mendapatkan pasokan air untuk memadamkan api.
Ketua RT 1, Fauzi, mengaku pertama kali mengetahui kebakaran saat hendak menuju musala untuk melaksanakan salat subuh.
"Saya lihat asap sudah tebal dan api berkobar besar. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka. Bahkan ada yang sama sekali tidak sempat karena sedang menjaga istrinya yang sakit di rumah sakit. Rumah habis, surat-surat penting juga ikut terbakar," ujarnya.
Diduga Dari Arus Pendek
Menurut Fauzi, berdasarkan keterangan pemilik rumah yang diduga menjadi titik awal kebakaran, api kemungkinan berasal dari arus pendek listrik.
"Pemilik rumah mengaku saat keluar kamar api sudah besar. Kulkas juga ikut terbakar dan diduga sempat terjadi ledakan. Kejadiannya sekitar pukul 04.30 Wita," katanya.
Fauzi menambahkan, relawan sempat mengalami kesulitan mendapatkan sumber air meski terdapat anak sungai tepat di belakang lokasi kebakaran.
"Karena air surut, banyak lumpur sehingga menyulitkan relawan mengambil air. Alhamdulillah berkat kerja keras semua pihak api akhirnya bisa dipadamkan dan tidak ada korban jiwa," pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby