Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Belasan Hotspot Terpantau di Tapin ! BPBD Tapin Ungkap Mayoritas Berada di Area Pertambangan

Rasidi Fadli • Selasa, 2 Juni 2026 | 11:54 WIB
TITIK HOTSPOT: Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor menjelaskan belasan hotspot yang muncul dalam sepekan di Tapin.
TITIK HOTSPOT: Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor menjelaskan belasan hotspot yang muncul dalam sepekan di Tapin.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin mulai meningkatkan kewaspadaan setelah satelit mendeteksi sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah setempat dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru pada 2 Juni 2026, tercatat sebanyak 12 titik hotspot terdeteksi di Kabupaten Tapin. Seluruh titik panas tersebut berada di dua kecamatan, yakni Tapin Selatan dan Lokpaikat.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, mengatakan kemunculan hotspot tersebut menjadi perhatian pihaknya meski hingga saat ini belum ditemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Dalam satu minggu ini memang sudah ada titik hotspot yang terpantau oleh satelit di Kabupaten Tapin," ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurut Muhammad Nor, seluruh titik panas yang terdeteksi sementara berada di kawasan pertambangan dan bukan di lahan pertanian maupun kawasan hutan.

"Pada tanggal 2 Juni 2026 terpantau ada 12 titik hotspot di dua kecamatan, yaitu Tapin Selatan dan Lokpaikat. Titik hotspot itu berada di area pertambangan," jelasnya.

Ia menduga anomali panas yang terbaca satelit berasal dari tumpukan batu bara yang terpapar sinar matahari dalam waktu cukup lama sehingga memunculkan suhu tinggi di permukaan.

"Kemungkinan dari tumpukan batu bara yang terkena sinar matahari sehingga muncul titik hotspot," katanya.

Meski demikian, BPBD Tapin menilai perusahaan-perusahaan tambang di wilayah tersebut telah memahami langkah mitigasi yang perlu dilakukan untuk mencegah meningkatnya titik panas yang berpotensi memicu kebakaran.

Pihaknya berharap perusahaan dapat segera melakukan penanganan sehingga jumlah hotspot dapat ditekan bahkan dihilangkan.

"Untuk perusahaan sudah paham dalam melakukan antisipasi. Kami berharap perusahaan dapat mengurangi bahkan menghilangkan titik hotspot tersebut," tegas Muhammad Nor.

BPBD Tapin juga memastikan hingga saat ini belum ditemukan hotspot yang berada di kawasan pertanian maupun hutan, sehingga kondisi masih relatif terkendali.

Sementara itu, terkait jumlah keseluruhan hotspot yang muncul sepanjang tahun 2026, BPBD masih melakukan proses pendataan dan rekapitulasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

"Kami masih merekap data keseluruhan hotspot yang terpantau hingga saat ini," pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Hotspot #pertambangan #Tapin #BPBD Tapin