RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI –
Warga Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial MZ yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 15.40 Wita.
Peristiwa itu pertama kali dilaporkan warga kepada pihak kepolisian. Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Babirik bersama Unit Identifikasi Polres HSU langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Kapolres HSU AKBP Agus Nuryatno melalui Kapolsek Babirik Iptu Fajar mengatakan, saat petugas tiba di lokasi, rumah MZ telah dipadati warga yang ingin menyaksikan proses evakuasi dan identifikasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MZ ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Dari keterangan keluarga, MZ diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan telah menjalani pengobatan selama beberapa tahun terakhir.
Petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan yang biasa dikonsumsi MZ beserta dokumen pengobatan yang berkaitan dengan kondisi kesehatannya.
Kakak MZ yang tinggal serumah mengungkapkan, sejak pagi hari adiknya menunjukkan perubahan perilaku sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Untuk memastikan kondisi MZ, polisi menghadirkan tenaga medis dari Puskesmas Babirik guna melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Pemeriksaan tersebut didampingi Unit Identifikasi Polres HSU dan personel Polsek Babirik.
Selain melakukan olah TKP, petugas turut mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Meski demikian, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.
"Keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum, yang ditandatangani dua saudara MZ dan pamannya dalam surat bermaterai," ujar Iptu Fajar, Selasa (2/6).
Saat ini, Polres HSU telah menyelesaikan proses identifikasi awal serta mendata sejumlah saksi guna melengkapi administrasi penanganan kejadian tersebut.
Editor : Eddy Hardiyanto