RADAR BANJARMASIN.JAWA POS.COM, Banjarmasin – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap Saleh Fauzi (59), seorang kakek-kakek di Jalan Jahri Saleh, Kompleks Cacat Veteran, Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, mulai menemui titik terang.
Delapan remaja di bawah umur yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap Muhammad Saleh Fauzi, menyerahkan diri ke Polsek Banjarmasin Utara, Sabtu (30/5/2026).
Kapolsek Banjarmasin Utara, AKP Sunardi membenarkan pihaknya telah mengamankan delapan terduga pelaku.
"Sudah kami amankan. Semuanya anak di bawah umur, dan statusnya Anak Berhadapan dengan Hukum," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).
Menurut Sunardi, sejak menerima laporan kejadian, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para terduga pelaku.
"Beberapa hari kami melakukan pencarian dan pengejaran. Akhirnya mereka menyerahkan diri ke Polsek," katanya.
Meski delapan remaja telah diamankan, Polisi masih terus mendalami kasus tersebut. Pemeriksaan dan interogasi terhadap para terduga pelaku masih berlangsung untuk mengungkap peran masing-masing.
Sunardi mengungkapkan, korban mengalami luka bacok di bagian dahi. Namun, kondisinya kini telah membaik setelah mendapatkan perawatan medis.
"Saat kejadian ada sekitar 15 sampai 20 remaja yang diduga datang ke lokasi. Ini masih kami dalami lagi," jelasnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa itu bermula ketika dua kelompok remaja yang sedang berkumpul di kawasan tersebut diduga hendak terlibat perkelahian.
Korban yang melihat situasi itu berusaha melerai sekaligus menegur para remaja agar tidak membuat keributan. Namun, niat baik tersebut justru berujung petaka.
"Tujuan korban sebenarnya untuk melerai atau menegur anak-anak remaja yang hendak berkelahi. Tetapi korban malah menjadi sasaran pemukulan," papar Sunardi.
Saat kejadian, lanjut dia, ada sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Namun, hanya korban yang berani mendekati dan menegur para remaja tersebut.
"Akibatnya korban mengalami luka sobek di bagian kepala," pungkasnya.
Editor : Arif Subekti