Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Animal Rescue Damkar Tapin Tembus 183 Kasus, Evakuasi Ular Masih Mendominasi

Rasidi Fadli • Minggu, 31 Mei 2026 | 15:07 WIB
ANIMAL RESCUE: Hingga Mei ini sudah ratusan kali Damkar Tapin melaksanakan kegiatan penyelamatan hewan, dan yang paling banyak menangkap ular di pemukiman warga.
Foto Damkar Tapin
ANIMAL RESCUE: Hingga Mei ini sudah ratusan kali Damkar Tapin melaksanakan kegiatan penyelamatan hewan, dan yang paling banyak menangkap ular di pemukiman warga. Foto Damkar Tapin

 RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Peran petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Tapin tak lagi sekadar memadamkan api. Hingga Mei 2026, Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Tapin telah melaksanakan ratusan kali operasi penyelamatan hewan atau animal rescue.

Data yang dihimpun Satpol PP dan Damkar Tapin mencatat, sejak Januari hingga Mei 2026 telah terjadi 183 kali penanganan animal rescue. Rinciannya, Januari sebanyak 29 kasus, Februari 29 kasus, Maret 47 kasus, April 43 kasus, dan Mei 35 kasus.

Kepala Satpol PP dan Damkar Tapin, Mudo Harjuno, mengatakan sebagian besar laporan yang masuk berasal dari masyarakat yang menemukan ular masuk ke dalam rumah maupun lingkungan permukiman.

"Hampir setiap hari ada laporan masyarakat terkait penanganan ular," ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Menurut Mudo, keberadaan ular di kawasan permukiman menjadi laporan yang paling sering diterima petugas. Karena itu, personel Damkar Tapin terus meningkatkan kemampuan dalam melakukan evakuasi reptil tersebut agar proses penyelamatan berjalan aman, baik bagi petugas maupun masyarakat.

Ia menjelaskan, peralatan yang dimiliki Damkar Tapin saat ini dinilai cukup memadai untuk menunjang berbagai operasi penyelamatan hewan, khususnya ular.

"Selama ini untuk peralatan penyelamatan cukup safety dan masyarakat juga cukup banyak melaporkan adanya ular di rumah mereka," katanya.

Selain didukung perlengkapan khusus, petugas juga memiliki prosedur standar dalam menangani ular berbisa maupun tidak berbisa yang ditemukan warga.

Mudo menegaskan, seluruh layanan penyelamatan yang diberikan Damkar Tapin tidak dipungut biaya. Masyarakat cukup melaporkan kejadian kepada petugas untuk segera ditindaklanjuti.

"Setiap laporan yang ada tidak pernah dipungut biaya," tegasnya.

Tingginya angka animal rescue tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Damkar Tapin. Tidak hanya saat terjadi kebakaran, warga kini juga mengandalkan petugas Damkar untuk membantu berbagai kondisi darurat nonkebakaran, mulai dari evakuasi ular hingga penyelamatan satwa lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Selain animal rescue, Damkar Tapin juga melaksanakan kegiatan penyelamatan lainnya yakni 18 penanganan pohon tumbang, 2 pelepasan cincin, 3 humas rescue, dan 1 road traffic accident.

Editor : Arif Subekti
#peran petugas #Memadamkan Api #pemadam kebakaran