Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sapi Kurban Masuk Kolong Rumah, Langsung Disembelih di Tempat

Zulvan Rahmatan • Jumat, 29 Mei 2026 | 12:05 WIB
INSIDEN: Sapi kurban kabur dan memasuki kolong rumah warga di Jalan Tembus Perumnas, Banjarmasin Utara. (Animal Rescue Banjarmasin untuk Radar Banjarmasin)
INSIDEN: Sapi kurban kabur dan memasuki kolong rumah warga di Jalan Tembus Perumnas, Banjarmasin Utara. (Animal Rescue Banjarmasin untuk Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Insiden sapi kurban lepas kembali terjadi di Kota Banjarmasin. Kali ini, seekor sapi kabur hingga masuk ke kolong rumah warga di Jalan Tembus Perumnas, Banjarmasin Utara, Rabu (27/5).

Peristiwa tersebut sempat membuat warga panik sekaligus kesulitan melakukan evakuasi. Dari video yang beredar, sapi tampak bertahan di ruang sempit bawah rumah, dan enggan keluar meski sudah dibantu sejumlah warga.

Tim Animal Rescue Banjarmasin bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) turut diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Ketua Animal Rescue Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, posisi sapi yang terjebak di medan sempit membuat proses evakuasi sangat sulit dilakukan.

Akibat kondisi tersebut, sapi akhirnya diputuskan untuk dilakukan pemotongan darurat di lokasi kejadian. “Jadi sapinya dilakukan pemotongan darurat karena jatuh di bawah rumah dan tidak bisa dievakuasi,” ujarnya, Kamis (28/5).

Annang menjelaskan, keputusan itu diambil demi menjaga keselamatan hewan sekaligus kualitas daging kurban yang nantinya akan dikonsumsi masyarakat. “Karena itu kami sarankan dilakukan pemotongan di lokasi. Dan tetap sah sebagai penyembelihan hewan kurban,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan, selama Iduladha 2026 laporan terkait sapi stres, lepas, hingga mengamuk menjadi aduan yang paling banyak diterima pihaknya di Banjarmasin. Menurutnya, ada beberapa faktor yang memicu hewan kurban menjadi agresif. Mulai dari kelelahan akibat perjalanan jauh, cuaca panas, hingga kondisi lingkungan yang ramai saat proses pemindahan maupun penampungan. “Kerumunan warga yang terlalu ramai juga bisa membuat sapi panik atau terkejut,” jelasnya.

DKP3 Banjarmasin memastikan hasil pemeriksaan kesehatan hewan kurban sejauh ini masih aman. Medic Veteriner Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Banjarmasin, drh Prasetya Widhiastuti menyebut belum ditemukan kasus infeksi cacing hati pada hewan kurban yang diperiksa selama dua hari terakhir. “Sejauh ini belum ada temuan terkait infeksi cacing hati atau fasciola hepatica,” pungkasnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#kalimantan selatan #banjarmasin #hewan kurban #iduladha