RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin – Perbaikan ruas Jalan Raya Batulicin di depan Masjid Nurul Yakin, Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, mulai dilakukan setelah terjadi kecelakaan maut di lokasi tersebut.
Insiden yang terjadi pada Senin (18/5) itu melibatkan bus antarprovinsi rute Banjarmasin–Samarinda dengan seorang pengendara sepeda motor. Korban berinisial RS (34), warga Kecamatan Sungai Loban, meninggal dunia di tempat akibat luka berat di bagian kepala.
Kecelakaan bermula saat korban mencoba menyalip bus dari arah Pagatan menuju Batulicin. Saat berada di sisi kanan jalan, korban diduga menghindari lubang hingga sepeda motornya bersenggolan dengan badan bus. Korban kemudian terjatuh dan terlindas roda bus.
Perbaikan jalan mulai dikerjakan dengan diawali normalisasi drainase di sisi jalan sebelum proses pengaspalan dilakukan. Langkah itu dilakukan karena saluran air sebelumnya tersumbat sehingga air hujan meluap ke badan jalan dan mempercepat kerusakan aspal.
Pengawas Lapangan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanah Bumbu, Ahmad Rifani, mengatakan penanganan jalan tersebut dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.
Menurutnya, metode perbaikan kali ini berbeda dibanding sebelumnya yang hanya berupa tambal sulam. “Perbaikannya dilakukan menyeluruh sepanjang 80 meter. Jadi nanti tinggal overlay aspal,” ujar Rifani.
Sementara itu, Lana, warga Batulicin yang kerap melintasi jalur tersebut, menilai persoalan utama di lokasi itu berada pada drainase yang tidak berfungsi maksimal.
Pasalnya, saluran air yang tersumbat membuat genangan kerap meluber ke badan jalan hingga mempercepat kerusakan aspal.
“Sejak awal masalahnya di aliran air. Walaupun berkali-kali ditambal, tetap saja cepat rusak,” ujarnya.
Ia mengaku heran karena perbaikan baru dilakukan setelah kecelakaan yang merenggut korban jiwa. Meski memahami jalan tersebut merupakan kewenangan nasional, ia menilai pemerintah daerah juga tak bisa lepas tangan.
"Harus ada orang meninggal dulu baru bergerak diperbaiki,” katanya.
Editor : Arif Subekti