Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Malam-Malam Melintasi Banjir di Depan Rumah, Warga Desa Palukahan Digigit Ular Kadut

M Akbar Radar Banjarmasin • Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:38 WIB
DIGIGIT ULAR: Warga Desa Palukahan, Kabupaten HSU, mendapatkan perawatan medis usai digigit ular kadut yang ada di genangan air banjir di depan rumahnya, Jumat (22/5/2026) malam.(Foto: Ilustrasi AI)
DIGIGIT ULAR: Warga Desa Palukahan, Kabupaten HSU mendapatkan perawatan medis usai digigit ular kadut yang ada di genangan air banjir di depan rumahnya, Jumat (22/5/2026) malam.(Foto: Ilustrasi AI)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI - Fahri (25), warga Desa Palukahan, RT 2, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) harus mendapatkan penanganan medis usai digigit ular kadut atau ular air, Jumat  (22/5/2026) malam.

Saat itu, korban berjalan melintas di depan rumahnya yang masih terendam banjir.

KONDISI BANJIR 

Diduga ular berada di dalam genangan air, sehingga menggigit kaki korban di bagian atas. Korban kemudian mendapatkan penanganan medis, karena sempat mengalami mual setelah gigitan tersebut.

Petugas medis juga memberikan serum antibisa ular (SABU) BioSave untuk mengantisipasi dampak bisa ular. 

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar HSU Asikin Noor melalui anggota Damkar Edy Saputra menjelaskan, kondisi korban saat ini dalam keadaan stabil.

“Korban digigit ular kadut atau ular air saat berjalan di depan rumahnya yang masih terendam air,” ujar Edy, Sabtu (23/5/2026). 

SARAN RUMAH SAKIT
Ia menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda serius akibat gigitan ular tersebut, seperti perubahan warna kebiruan, maupun pembekuan darah.

Pihak Rumah Sakit Pembalah Batung (RSPB) Amuntai juga memberikan sejumlah saran penanganan kepada keluarga korban. Diantaranya melepas kasa yang sempat dibelitkan di kaki korban.

Serta, menghentikan infus apabila korban kembali merasa mual. “Pasien dinyatakan digigit ular jenis berbisa ringan atau tidak berbahaya,” katanya.

TETAP WASPADA
Edy turut menjelaskan berdasarkan informasi dalam situs Wild Singapore, ular kadut tergolong ular dengan tingkat bisa rendah. Meski memiliki bisa, ular tersebut dikenal tidak agresif dan jarang menggigit manusia apabila tidak diganggu.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemunculan ular di wilayah terdampak banjir, terutama saat beraktivitas pada malam hari.

Editor : Fauzan Ridhani
#Ular Kadut #Banjir #Amuntai #Kabupaten Hulu Sungai Utara #RSUD Pambalah Batung