Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Polisi Bantah Isu Kendaraan Terbakar di Jembatan Basit karena Melawan Arus, Pastikan Pengemudinya Tidak Mabuk dan Bukan Personel Kepolisian

Maulana Radar Banjarmasin • Rabu, 20 Mei 2026 | 19:59 WIB
HANGUS TERBAKAR: Mobil Suzuki XL-7 hangus terbakar di atas Jembatan Alalak atau Jembatan Basit, diduga usai terlibat kecelakaan lalu lintas dengan dua unit motor Suzuki Thunder yang mengangkut BBM, Rabu (20/5/2026) subuh.(Foto:Maulana/Radar Banjarmasin) 
HANGUS TERBAKAR: Mobil Suzuki XL-7 hangus terbakar di atas Jembatan Alalak atau Jembatan Basit, diduga usai terlibat kecelakaan lalu lintas dengan dua unit motor Suzuki Thunder yang mengangkut BBM, Rabu (20/5/2026) subuh.(Foto:Maulana/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Satlantas Polresta Banjarmasin akhirnya membeberkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran dua sepeda motor Suzuki Thunder dan sebuah mobil Suzuki XL-7 (bukan Suzuki Ertiga, red) di atas Jembatan Alalak atau Jembatan Basit, Rabu (20/5/2026) subuh.

Wakasat Lantas Polresta Banjarmasin, AKP R Djoko S menjelaskan dari hasil penyelidikan sementara, insiden bermula saat ketiga kendaraan tersebut sama-sama melaju di atas Jembatan Basit dari arah Banjarmasin menuju Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Di tengah Jembatan Basit, salah satu motor Suzuki Thunder diduga mau mendahului motor lain yang ada di depannya. Namun, di saat bersamaan, ada mobil Suzuki XL-7 dengan kecepatan cukup tinggi datang dari arah belakang motor Suzuki Thunder.

"Pengemudi mobil diduga kaget, lalu terjadi benturan dengan motor tersebut," ujarnya.

Djoko mengatakan motor yang mau mendahului itu diduga membawa jeriken berisi BBM. Saat benturan terjadi, muncul percikan api yang langsung menyambar jeriken bermuatan BBM tersebut, hingga kobaran api cepat membesar. Tak hanya itu, benturan tersebut mengenai motor lainya yang diduga juga sedang mengangkut BBM.

"Diduga karena membawa bahan bakar, sehingga api cepat membesar dan sulit dikendalikan," katanya.

Akibat kejadian itu, kedua motor Suzuki Thunder terbakar hebat. Api juga merembet ke mobil Suzuki XL-7 hingga hangus. Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah motor tersebut merupakan kendaraan pelangsir BBM. Sebab, hingga kini, identitas pemilik kedua unit motor Suzuki Thunder tersebut masih belum diketahui.

"Kami tidak berani berasumsi itu motor pelangsir. Memang jenisnya Suzuki Thunder, tetapi pemiliknya kabur setelah kejadian dan sampai sekarang belum diketahui," jelas Djoko.

Dalam peristiwa tersebut dipastikan tidak ada korban jiwa. Pengemudi mobil Suzuki XL-7 berinisial FA, warga Banjarmasin Utara, hanya mengalami luka ringan. Sedangkan penumpangnya, LA (28), warga Mandastana, Barito Kuala, mengalami syok.

Djoko juga membantah isu yang menyebut mobil melawan arus saat kejadian. Menurutnya, penyebab posisi mobil menghadap ke arah Banjarmasin lantaran berputar tak terkendali usai membentur motor Suzuki Thunder.

"Jadi bukan melawan arus. Setelah benturan dan muncul api, pengemudi panik lalu mengerem mendadak, hingga stir berputar dan membuat posisi mobil mengarah ke Banjarmasin," terangnya.

Pihak Kepolisian juga menepis kabar yang menyebut pengemudi mobil dalam kondisi mabuk maupun merupakan anggota Polri.

"Soal mabuk tidak terbukti. Saat diperiksa keterangannya lancar. Dan dia juga bukan anggota Polri, masyarakat biasa," tegasnya.

Berdasarkan keterangan pengemudi, sebelum kejadian mereka baru keluar dari Kota Banjarmasin usai makan bersama. FA sebelumnya menjemput LA di kawasan Handil Bakti, lalu mengajaknya makan di salah satu restoran cepat saji di Jalan A Yani, KM 2 Banjarmasin.

"Nah, kecelakaan itu terjadi saat saya diantar pulang. Posisi saya sedang rebahan di mobil, lalu terdengar benturan dan saya melihat ada percikan api di sisi kiri mobil," ujar LA saat ditemui di IGD RSUD Ansari Saleh.

LA mengaku sempat panik dan kembali mendekati mobil untuk mencari barang miliknya yang tertinggal.

"Saya panik sekali. Handphone sampai tidak tahu ke mana, uang di dompet juga tidak tahu hilang ke mana karena situasi saat itu kacau," tuturnya sembari menangis.

LA pun mengungkapkan usai mendapatkan penanganan medis, teman prianya berinisial FA langsung dibawa petugas Kepolisian untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

"Tadi diminta Polisi ikut (ke Kantor Polisi, red) untuk dimintai keterangannya," pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#Suzuki Thunder #XL7 #kebakaran di jembatan basit #motor pelangsir #Jembatan Basit