Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Positif Narkotika, Pelaku Pembacokan di Sungai Pinang Masih Linglung Saat Diperiksa

M Fadlan Zakiri • Rabu, 20 Mei 2026 | 15:01 WIB
Petugas kepolisian mengamankan lokasi kejadian penganiayaan berdarah di Desa Pakutik, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Selasa (19/5/2026). (TANGKAPAN LAYAR VIDEO)
Petugas kepolisian mengamankan lokasi kejadian penganiayaan berdarah di Desa Pakutik, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Selasa (19/5/2026). (TANGKAPAN LAYAR VIDEO)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,  Martapura - Fakta baru terungkap dalam kasus pembacokan brutal di Desa Pakutik RT 001, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, yang menewaskan satu orang dan melukai dua korban lainnya.

Pelaku berinisial L (41), yang sebelumnya mengaku mendengar “bisikan” sebelum melakukan penyerangan, diketahui positif narkotika berdasarkan hasil tes urine.

Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Rifandy Purnayangkara Putra mengatakan, hasil tes awal menunjukkan adanya indikasi penggunaan zat terlarang. 

Namun, penyidik masih mendalami jenis narkotika yang dikonsumsi pelaku serta kaitannya dengan aksi brutal tersebut.

“Hasil tes urine menunjukkan positif, tetapi kami masih melakukan pendalaman apakah yang bersangkutan pengguna sabu atau zat lainnya,” ungkap Rifandy saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).

Dijelaskannya, bahwa peristiwa berdarah itu terjadi Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 08.15 WITA dan sempat membuat warga panik ketakutan.

Dalam kondisi membawa parang, pelaku diduga mengamuk dan menyerang para korban secara membabi buta.

Korban pertama merupakan ayah kandung pelaku sendiri, M, yang mengalami luka bacok di bagian belakang kepala sebelah kiri.

Tak lama kemudian, pelaku kembali menyerang korban kedua berinisial S hingga mengalami luka serius di bagian kepala, bahu, dan tangan.

Korban sempat dilarikan menuju RS Ratu Zalecha Martapura. Namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan.

Aksi pelaku belum berhenti. Seorang perempuan berinisial Hj N juga menjadi korban setelah mengalami luka bacok pada bagian leher dan tangan kiri.

Usai melakukan penyerangan, pelaku sempat melarikan diri. Namun anggota Polsek Sungai Pinang bersama warga berhasil mengamankannya tidak lama setelah kejadian.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sebilah parang sepanjang sekitar 55 sentimeter yang diduga digunakan saat melakukan penganiayaan.

Rifandy mengatakan, hingga kini penyidik masih kesulitan menggali motif pelaku karena kondisinya belum stabil saat diperiksa.

“Untuk sementara kami masih mendalami motif pelaku. Saat diperiksa, kondisinya masih terlihat linglung sehingga belum bisa dimintai keterangan secara maksimal,” katanya.

Terkait isu yang berkembang di masyarakat soal dugaan gangguan jiwa atau ODGJ, polisi menegaskan belum ada kesimpulan resmi karena pemeriksaan psikologis belum dilakukan.

“Belum bisa dipastikan apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak. Pemeriksaan psikologi juga belum dilakukan,” tambahnya.

Kasus ini masih ditangani Satreskrim Polres Banjar untuk mengungkap motif pasti di balik aksi pembacokan yang menewaskan satu orang tersebut.

“Semua kemungkinan masih kami dalami, termasuk keterkaitan kondisi pelaku dengan penggunaan narkotika,” tutup Rifandy.

Editor : Arif Subekti
#pelaku pembacokan positif #penyidik mendapami dugaan #polisi mengungkap pelaku