RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA – Fenomena orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menimbulkan keresahan. Kali ini, insiden tragis terjadi di Desa Pakutik, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Selasa (19/5/2026) pagi.
Seorang pria berinisial L (41) diduga membacok tiga orang menggunakan parang, termasuk ayah kandungnya sendiri, hingga satu korban meninggal dunia.
Peristiwa berdarah sekitar pukul 08.15 Wita itu langsung ditangani jajaran Polsek Sungai Pinang. Kapolres Banjar, AKBP Fadli melalui Plt Kasi Humas Polres Banjar, Iptu Muhammad Rifani, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan pemberatan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia,” ujarnya.
Hasil penyelidikan menunjukkan pelaku pertama kali menyerang ayahnya, M, dengan tebasan parang di kepala. Ia kemudian membacok korban kedua, S, di bahu, kepala, dan tangan hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD Ratu Zalecha Martapura. Korban ketiga, N, mengalami luka di leher dan tangan.
Usai beraksi, pelaku sempat melarikan diri, namun berhasil diamankan polisi bersama warga. Barang bukti berupa parang sepanjang 55 sentimeter turut disita. Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku mendengar bisikan gaib yang memerintahkannya menyerang. Polisi juga mengungkap pelaku pernah menjalani perawatan di RSJ Sambang Lihum.
Keresahan masyarakat terhadap ODGJ tak berhenti di Kabupaten Banjar. Sehari sebelumnya, Senin (18/5), kebakaran rumah di Sungai Lulut Dalam, Banjarmasin Timur, diduga dipicu oleh pemilik rumah berinisial R yang memiliki riwayat gangguan jiwa.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Banjarmasin, Muhammad Lufi Fadhillah, menyebut R mengaku mendengar bisikan gaib yang mendorongnya membakar rumah. Tim Reaksi Cepat Dinsos bersama Satpol PP kemudian merujuknya ke RSJ Sambang Lihum untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Morris Widhi Harto melalui Kasi Humas Aiptu Triyanto menjelaskan, berdasarkan hasil keterangan saksi di lokasi, kebakaran diduga dipicu lilin yang sebelumnya dinyalakan R sebelum ditinggal pergi. “Dugaan sementara api berasal dari lilin yang digunakan anak pemilik rumah, dan orangnya diduga mengalami gangguan kejiwaan,” terangnya.
Akibat kejadian itu, satu unit rumah kayu mengalami kerusakan cukup parah. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. “Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil,” pungkasnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief