RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapin, memicu genangan di sejumlah kawasan permukiman warga.
Ratusan jiwa dilaporkan terdampak akibat genangan air yang masuk hingga ke rumah-rumah penduduk.
Berdasarkan laporan sementara Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Tapin, banjir terjadi di Kelurahan Tambarangan dan Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan. Serta, di Komplek Dulang Permai, Kecamatan Tapin Utara.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, Muhammad Nor mengatakan hujan lebat yang berlangsung cukup lama menyebabkan debit air meningkat dan menggenangi permukiman warga di beberapa titik.
“Tim TRC, Satgas dan Pusdalops-PB BPBD bersama TNI-Polri, serta Pemerintah setempat langsung melakukan ground check dan pendataan ke lokasi terdampak,” ujarnya, Senin (8/5/2026) sore.
Di Kelurahan Tambarangan, banjir tercatat merendam empat RT dengan jumlah terdampak mencapai 136 kepala keluarga atau 531 jiwa. Rinciannya, RT 03 sebanyak 23 KK 89 jiwa, RT 04 sebanyak 46 KK 180 jiwa, RT 05 sebanyak 37 KK 143 jiwa dan RT 06 sebanyak 30 KK 119 jiwa.
Sementara di Desa Lawahan, banjir berdampak pada 19 kepala keluarga atau 58 jiwa yang tersebar di RT 03 dan RT 04 RW 02.
“Untuk kondisi terakhir di Tambarangan dan Lawahan, debit air mulai mengalami penurunan. Sebagian rumah warga masih tergenang, namun di beberapa titik air hanya tersisa di bagian dapur,” katanya.
Sedangkan, di Komplek Dulang Permai, Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara, sebanyak 11 kepala keluarga atau 36 jiwa terdampak banjir.
Di kawasan tersebut, genangan air masih merendam sebagian rumah warga hingga saat ini.
Muhammad Nor menyebutkan selain mengganggu aktivitas masyarakat dan akses jalan, banjir juga berpotensi memicu munculnya penyakit akibat lingkungan yang lembap dan kotor.
Karena itu, BPBD Tapin terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lanjutan, serta pemantauan kondisi di lapangan.
Pemkab Tapin juga mengimbau masyarakat tetap waspada apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Fauzan Ridhani