RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru mengambil langkah tegas untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan barang dan angkutan umum.
Bersama BNNK Banjarbaru, Kesbangpol, serta unsur TNI dan Polri, Dishub menggelar razia gabungan berupa pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan hingga tes urine mendadak bagi para sopir, Senin (18/5/2026).
Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian (Kasi Opsdal) Dishub Banjarbaru, Aries Andrianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan respons atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Banjarbaru sepanjang Mei 2026.
“Per bulan Mei ini angka kecelakaan cukup tinggi, bahkan beberapa korban meninggal dunia diakibatkan oleh angkutan barang dan orang yang muatannya melebihi tonase. Kegiatan ini adalah jawaban kami untuk meminimalisir kejadian tersebut,” ujarnya.
Dalam razia tersebut, petugas menjaring sedikitnya 25 armada angkutan yang melakukan pelanggaran.
Pelanggaran didominasi kendaraan yang tidak memiliki STNK lengkap serta masa berlaku uji berkala kendaraan atau KIR yang telah habis.
Untuk penindakan pelanggaran STNK dan SIM, Dishub menyerahkan prosesnya kepada Satlantas Polres Banjarbaru. Sementara pelanggaran KIR langsung ditindak oleh penyidik Dishub.
Selain pemeriksaan administrasi dan kelayakan jalan, para sopir juga diwajibkan menjalani tes urin di lokasi.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan pengemudi tidak berada di bawah pengaruh narkoba saat mengoperasikan kendaraan angkutan.
“Ke depan, kita akan lebih mengintensifkan lagi razia serupa. Termasuk menyasar beberapa perusahaan angkutan yang menurut analisa memiliki indikasi pelanggaran aturan uji kelayakan,” tambah Aries.
Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Banjarbaru, Rusmiati, mengatakan kegiatan gabungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Tujuannya untuk mendukung P4GN serta menjamin perjalanan lalu lintas terlaksana dengan aman dan lancar serta mengurangi tingkat kecelakaan akibat penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan acak terhadap 11 sopir angkutan barang dan umum, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.
“Sebanyak 11 orang driver diperiksa dan semuanya didapatkan hasil non-reaktif. Artinya tidak ada satu orang pun yang terindikasi menyalahgunakan narkotika,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang sopir truk asal Kalimantan Tengah, Dimas, mengaku tidak keberatan dengan razia mendadak tersebut.
Menurutnya, pemeriksaan seperti ini penting untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya.
“Sangat bagus, apalagi buat sopir-sopir ini agar mengurangi tingkat kesalahan. Kalau menyetir sambil mengonsumsi obat-obatan kan sangat membahayakan orang lain di jalanan,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto