Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Takut Cerita ke Istri Uangnya Tercecer, Tukang Sayur Ngaku Dibegal di Jalan Martapura Lama

M Fadlan Zakiri • Senin, 18 Mei 2026 | 08:34 WIB
KLARIFIKASI: Kepolisian dari Polsek Martapura Barat saat menggali keterangan pedagang sayur disebut sebagai korban pembegalan yang viral di kawasan Teluk Selong. (Foto: POLSEK MARTAPURA BARAT UNTUK RADAR BANJARMASIN)
KLARIFIKASI: Kepolisian dari Polsek Martapura Barat saat menggali keterangan pedagang sayur disebut sebagai korban pembegalan yang viral di kawasan Teluk Selong. (Foto: POLSEK MARTAPURA BARAT UNTUK RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Baru-baru ini warga Martapura dan sekitarnya sempat dibuat resah setelah kabar dugaan pembegalan terhadap seorang pedagang sayur di kawasan Jalan Martapura Lama, Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat.

Informasi yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp itu menyebut korban dibegal saat melintas pada dini hari dan kehilangan uang jutaan rupiah.

Pesan berantai itu cepat menyebar hingga memicu kekhawatiran masyarakat, terutama pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan tersebut pada malam hingga subuh.

Dalam pesan yang viral disebutkan seorang pedagang sayur menjadi korban pembegalan sekira pukul 03.00 hingga 04.00 Wita.

“Hati-hati lewat Teluk Selong Rumah Banjar, Kampung Jaring. Malam tadi sekitar jam 3/4 subuh, paman sayur kena begal tiga jutaan,” demikian bunyi pesan yang beredar di grup percakapan warga.

Namun setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi oleh jajaran Polsek Martapura Barat, informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.

Kapolsek Martapura Barat Iptu M. Albert H. Manalu mengatakan pihaknya telah memanggil dan meminta keterangan langsung dari orang yang disebut sebagai korban pembegalan.

“Hasil klarifikasi, berita itu tidak benar. Uangnya ternyata tercecer sebesar Rp1,5 juta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (17/5) sore.

Menurut Albert, pedagang sayur tersebut awalnya membuat cerita dirinya dibegal karena takut mengaku kepada istrinya bahwa uang hasil jualan tercecer di jalan.

“Karena takut bilang ke istrinya, kemudian dibuat cerita kepada temannya bahwa dirinya dibegal. Lalu cerita itu menyebar ke mana-mana,” jelasnya.

Sebelumnya, viralnya kabar tersebut sempat membuat warga waswas. Polisi bahkan meningkatkan patroli malam di sejumlah titik di kawasan Martapura Lama guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Albert mengatakan wilayah Martapura Lama memang relatif sepi saat malam hari sehingga masyarakat tetap diminta waspada saat melintas.

Meski demikian, ia mengimbau warga agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Sebab, kata Albert, informasi yang belum terverifikasi bisa memicu keresahan masyarakat. Karena itu warga diminta memastikan kebenaran kabar sebelum menyebarkannya.

“Kalau memang terjadi tindak kriminal, segera laporkan ke layanan 110 atau kepada Bhabinkamtibmas setempat agar cepat ditindaklanjuti,” tegasnya.

Editor : Arief
#kalimantan selatan #Begal #polres banjar #kabupaten banjar