Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Korban Kekerasan Seksual Ayah Tiri Masih Alami Trauma Mendalam, UPTD PPA Berikan Pendampingan untuk Pemulihan Mental

Endang Syarifuddin • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:01 WIB
Ilustrasi kejahatan seksual
Ilustrasi kejahatan seksual

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Trauma mendalam masih dialami N (17), korban dugaan kekerasan seksual ayah tirinya sendiri di kawasan Banjarmasin Barat.

Meski pelaku telah diamankan Polisi, korban kabarnya masih diliputi rasa takut dan waswas pascakejadian.

Kepala UPTD PPA Banjarmasin, Susan mengatakan pihaknya kini terus melakukan pendampingan terhadap korban, maupun keluarga korban. Pendampingan dilakukan untuk membantu proses pemulihan mental korban.

“Korban memang sempat mengalami rasa takut dan waswas setelah kejadian,” ujarnya, Jumat (15/5/2026) sore.

Namun, setelah mendapat penguatan psikologis dan pendampingan kerohanian, kondisi korban mulai berangsur membaik. Rasa takut yang sebelumnya cukup kuat kini mulai berkurang.

Susan menjelaskan, korban saat ini mendapat pendampingan menyeluruh, mulai dari pendampingan hukum, psikologis hingga kerohanian. UPTD PPA juga terus melakukan pengawalan selama proses hukum berjalan.

Sejauh ini, Susan melihat penanganan kasus berjalan lancar. Koordinasi antara UPTD PPA, Polresta Banjarmasin dan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin maupun Kelurahan berlangsung cukup baik.

“Sampai saat ini tidak ada kendala berarti karena semua pihak saling mendukung dalam penanganan korban,” ujarnya.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual dalam lingkup keluarga menjadi perhatian serius, karena pelaku memanfaatkan kedekatan emosional dengan korban. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.

“Anak harus diberikan pemahaman tentang apa yang harus dilakukan ketika mengalami kekerasan seksual. Orang tua juga harus membangun hubungan yang terbuka dengan anak,” pesannya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini menilai kasus tersebut menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Menurutnya, keluarga harus lebih waspada karena pelaku kekerasan seksual justru bisa berasal dari orang terdekat.

“Anak yang seharusnya dilindungi malah menjadi korban orang yang semestinya menjaga dan melindunginya,” ujarnya.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu meminta Pemerintah dan instansi terkait lebih gencar melaksanakan sosialisasi bahaya kekerasan seksual terhadap anak. Edukasi ini penting agar masyarakat lebih peka terhadap potensi tindak asusila di lingkungan keluarga.

Ia juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku agar memberikan efek jera. Selain itu, pengawasan terhadap paparan konten pornografi di media sosial (medsos) dan internet juga dinilai perlu menjadi perhatian serius.

“Paparan konten negatif bisa memicu perilaku menyimpang jika tidak dibarengi pengawasan dan edukasi yang baik,” katanya.

Sebelumnya, Satreskrim Polresta Banjarmasin mengamankan HR (44), ayah tiri korban yang diduga melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap anak tirinya sendiri di rumah mereka di kawasan Banjarmasin Barat. Pelaku ditangkap setelah sempat melarikan diri usai kejadian.

Editor : Fauzan Ridhani
#UPTD PPA Banjarmasin #trauma mendalam #ayah tiri #kekerasan seksual #banjarmasin