RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI - Viralnya video pengisian BBM untuk truk pada malam hari di SPBU Gambah, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak pengelola SPBU.
Pengawas SPBU Gambah, Daffa Fizaldi menjelaskan bahwa peristiwa dalam video tersebut terjadi pada Selasa malam, 12 Mei 2026, tepat saat operasional SPBU hampir berakhir.
Menurutnya, aktivitas pengisian BBM yang terekam bukan dilakukan pada waktu subuh seperti yang ramai dituding di media sosial. Saat kejadian, petugas hanya menyelesaikan antrean truk yang sudah lebih dulu masuk ke area SPBU.
“Karena mau tutup, pagar kami tutup dan listrik dimatikan. Jadi kami hanya menghabiskan truk yang sudah masuk antrean di dalam SPBU. Kejadiannya malam, bukan subuh,” ujar Daffa, Kamis (14/5/2026).
Ia mengungkapkan, operasional SPBU Gambah berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 21.00 Wita. Saat itu, masih ada sejumlah sopir truk yang ingin masuk mengantre. Namun petugas tidak lagi mengizinkan karena jam layanan sudah hampir tutup.
Daffa menduga, video tersebut diduga direkam dan disebarkan oleh sopir truk yang kecewa lantaran tidak dapat giliran masuk ke area SPBU. “Mungkin sopir truk sakit hati, lalu membuat video itu,” katanya.
Pihak SPBU juga memastikan pasokan Bio Solar subsidi selama ini tetap tersedia. Dalam satu bulan, SPBU Gambah menerima kuota sekitar 56 ribu liter.
“Sekali datang sekitar 8.000 liter. Dalam sebulan bisa tujuh kali pengiriman, tapi jadwalnya tidak menentu,” jelasnya.
Menyusul viralnya video tersebut, jajaran Polres HST bersama Dinas Perdagangan langsung melakukan monitoring ke sejumlah SPBU di wilayah HST pada Kamis pagi.
Monitoring dilakukan di SPBU Gambah Kecamatan Barabai, SPBU Sungai Rangas Kecamatan Labuan Amas Selatan, serta SPBU Kapuh Kecamatan Haruyan.
Kapolres HST, Jupri JHP Tampubolon menegaskan pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan penyaluran BBM, khususnya Bio Solar subsidi, berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Kami juga mengimbau pihak SPBU agar lebih selektif dalam pelayanan pengisian BBM guna mencegah penyalahgunaan barcode maupun pengisian berulang,” ujarnya.
Editor : Eddy Hardiyanto