RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai- Viral di media sosial salah satu SPBU di Hulu Sungai Tengah (HST) diduga melayani pengisian BBM untuk truk di malam hari.
Video itu mendapat banyak kecaman dari netizen. Dalam video itu disebutkan bahwa lokasinya di SPBU Gambah, Kecamatan Barabai. Ini menjadi viral karena pengisian BBM dilakukan malam hari diluar jadwal yang telah disepakati dengan persatuan sopir truk kabupaten barabai (PSTKB).
Ketua PSTKB, Yayan Fitrian mengaku sudah menonton video tersebut. Namun sayang ia tidak bisa mengidentifikasi truk tersebut karena hanya melihat dari video.
"Plat truknya tidak terlihat," ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Sesuai hasil rapat dengar pendapat dengan DPRD HST dan Dinas Perdagangan jadwal yakni pengisian BBM bio solar sudah diatur khusus anggota PSTKB yakni tiap hari Minggu. Pendistribusiannya juga dibagi menjadi tiga zona berbeda.
"Saat ini hak-hak kami tersebut sudah terpenuhi. Kami tidak ingin memicu konflik dengan siapapun mau pelangsiran atau siapa, yang penting tuntutan kami sudah terkabul," ujarnya.
Pihaknya baru akan protes jika pengisian BBM bio solar itu dilakukan menjelang jadwal yang telah ditetapkan.
"Misalnya jadwal kami hari Minggu, tapi pas malam Minggu ada yang mengisi duluan dan jatah kami diambil baru kami akan bergerak," pungkasnya.
Setelah video itu viral, Polres HST dan Dinas Perdagangan melakukan monitoring ke SPBU tersebut, Kamis (14/5/2026) pagi.
Kegiatan monitoring dilaksanakan di SPBU Gambah Kecamatan Barabai, SPBU Sungai Rangas Kecamatan Labuan Amas Selatan dan SPBU Kapuh Kecamatan Haruyan.
Sayangnya monitoring itu hanya untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU tersebut. Stok BBM di SPBU Gambah meliputi Bio Solar sebanyak 15.886 liter, Pertalite 16.446 liter, Pertamax 7.238 liter dan Dexlite 7.716 liter.
Sementara itu, stok BBM di SPBU Sungai Rangas terdiri dari Bio Solar 4.510 liter, Pertalite 10.612 liter, Pertamax 19.479 liter, Pertamax Turbo 6.390 liter dan Pertamina Dex 1.784 liter.
Sedangkan di SPBU Kapuh tersedia Bio Solar sebanyak 10.433 liter, Pertalite 10.637 liter, Pertamax 6.157 liter, Pertamax Turbo 5.077 liter dan Dexlite 5.537 liter.
Polres HST mengingatkan pihak pengawas SPBU agar terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM sesuai ketentuan yang berlaku guna mengantisipasi penyalahgunaan maupun pengisian berulang.
Selain itu, pelayanan kepada masyarakat juga diminta tetap berjalan dengan tertib, aman dan lancar.
Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, mengatakan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bentuk pengawasan bersama guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan penyaluran BBM, khususnya Bio Solar subsidi, berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Kami juga mengimbau pihak SPBU agar lebih selektif dalam melakukan pelayanan pengisian BBM guna mencegah adanya penyalahgunaan barcode maupun pengisian berulang,” ujarnya.
Editor : Arif Subekti