Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Operator Speedboat di Kotabaru Masih Menjerit, Harga BBM Eceran Meroket

Jumain Radar Banjarmasin • Rabu, 13 Mei 2026 | 14:32 WIB
LESU: Suasana di Pelabuhan Speed Empat Serangkai Kotabaru banyak tidak beroperasi.
Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.
LESU: Suasana di Pelabuhan Speed Empat Serangkai Kotabaru banyak tidak beroperasi. Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru  – Kondisi para operator speedboat di Kabupaten Kotabaru kian terjepit. Melambungnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat eceran membuat biaya operasional membengkak, sementara tarif penumpang belum berani dinaikkan, Rabu (13/5). 

Dari pantauan Radar Banjarmasin di lapangan, banyak speed yang terparkir karena tidak adanya stok Pertalite.  

Salah satu operator speed yang enggan disebutkan namanya, jurusan Sungai Sungaian, mengungkapkan keluh kesahnya. Saat ini, para operator terpaksa membeli BBM dengan harga eceran yang jauh di atas harga normal.

"Sekarang beli eceran, harganya pun harga eceran. Untuk 25 liter yang sudah campur oli, harga normalnya biasanya Rp300 ribu. Sekarang naik menjadi Rp360 ribu. Ada kenaikan Rp60 ribu per jeriken," ungkapnya.

Kenaikan biaya ini menjadi beban berat. Ironisnya, hingga saat ini para operator masih bertahan dengan tarif lama. 

Mereka dilema, ingin menaikkan tarif namun khawatir memberatkan masyarakat, sementara bertahan dengan tarif lama membuat mereka menjerit karena pendapatan tergerus habis untuk membeli BBM.

Ia juga menyayangkan lambatnya solusi dari pihak terkait. Meski sebelumnya sudah ada rapat di DPRD Kotabaru bersama dinas terkait, hingga kini belum ada langkah konkret yang dirasakan para motoris di lapangan.

"Sampai sekarang belum ada solusinya. Kami sangat berharap apa yang dijanjikan Dishub segera terealisasi. Katanya masih proses, tapi kami di bawah sudah sangat menjerit. Kabarnya akan ada penyesuaian tarif, bukan kenaikan, tapi masih menunggu kejelasan data," tambahnya.

Selain Operator, Rudiansyah Pengelola Speed Boat jurusan Sungai Sungaian saat diwawancarai Radar Banjarmasin membeberkan saat ia sudah mendapatkan lampu hijau dan sedang mempersiapkan, data data. 

“Mudahan ini sudah menjadi solusi. Benar memang kami tidak menaikkan tarif harga, yang ada hanya penyesuaian,” jelasnya. 

"Sampai sekarang belum ada solusinya. Kami sangat berharap apa yang dijanjikan Dishub segera terealisasi. Katanya masih proses, tapi kami di bawah sudah sangat menjerit. Kabarnya akan ada penyesuaian tarif, bukan kenaikan, tapi masih menunggu kejelasan data," tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kotabaru, Khairian Anshari, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. 

Khairian memaparkan bahwa saat ini proses pendataan agar operator speedboat mendapatkan jatah Pertalite subsidi terus berjalan.

"Dishub sudah menindaklanjuti dengan mencocokkan data speedboat yang ada pada kami dengan data asosiasi atau koperasi yang menaungi speedboat jurusan kecamatan," jelas Khairian.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Dishub Kotabaru telah mendaftarkan akun XStar pada BPH Migas Republik Indonesia. 

Akun ini menjadi syarat utama sebagai dasar penerbitan rekomendasi penggunaan BBM bersubsidi untuk mesin motor tempel.

"Saat ini sedang berproses pengajuan rekomendasi. Kami juga meminta pemenuhan persyaratan oleh para pemilik atau pengusaha speedboat agar rekomendasi tersebut bisa segera diterbitkan," pungkasnya.

Editor : Arif Subekti
#Kotabaru #pelabuhan Stagen Kotabaru #BBM #speed boat