RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Dugaan hilangnya sejumlah baut pada Jembatan Cemara Ujung-Sungai Andai (CUSA) Banjarmasin langsung mendapat sorotan DPRD Kota Banjarmasin. Komisi III meminta PUPR segera melakukan evaluasi total guna memastikan kondisi jembatan tetap aman dan layak digunakan masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Ridho Akbar mengatakan, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, seluruh proses pemeriksaan harus dilakukan secara profesional berdasarkan hasil kajian teknis di lapangan.
“Kami tentu memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini. Evaluasi harus dilakukan menyeluruh dan berdasarkan hasil teknis dari dinas terkait,” ujar pria yang biasa disapa Ridho ini, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, pihak DPRD saat ini masih menunggu hasil audit serta review desain dari instansi teknis untuk mengetahui kondisi sebenarnya pada konstruksi Jembatan CUSA. Dari hasil tersebut nantinya akan ditentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
“Kami mendukung penyelesaian pekerjaan sambil menunggu audit dan review desain selesai dilakukan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Selain itu, Komisi III juga meminta pengawasan terhadap aset dan infrastruktur publik diperketat. Hal itu penting untuk mencegah dugaan pencurian maupun kerusakan yang dapat merugikan daerah.
"Agar tidak terulang, Pemko memperketat pengawasan," sarannya.
DPRD berharap koordinasi antara pemerintah daerah, kontraktor pelaksana, dan instansi teknis dapat berjalan maksimal agar proses penyelesaian Jembatan CUSA segera tuntas dan aman difungsikan untuk masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Kartika Estaurina mengatakan hilangnya baut jembatan tersebut menjadi perhatian serius oleh pihaknya. Sebab, material tersebut berkaitan dengan keamanan struktur jembatan.
“Untuk lokasi Jembatan CUSA akan segera kami cek di lapangan terkait laporan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, jembatan tersebut dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari pajak rakyat untuk memudahkan akses masyarakat. Karena itu, tindakan merusak maupun mengambil komponen jembatan dinilai dapat menghambat mobilitas ekonomi warga.
Di sisi lain, pembukaan Jembatan CUSA sendiri memang masih tertunda. Audit Inspektorat sebelumnya menemukan perlunya revisi perencanaan akibat kondisi arus bawah Sungai Andai yang berpotensi menggerus oprit jembatan. Selain itu, kondisi tanah keras baru ditemukan setelah kedalaman sekitar 30 meter dari permukaan rawa.
Dalam perencanaan baru, Pemko melibatkan tenaga ahli rawa dan struktur tanah dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Meski demikian, penyelesaian proyek Jembatan CUSA diperkirakan kembali molor apabila tambahan anggaran melalui APBD Perubahan belum terealisasi.
Editor : M Oscar Fraby