Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Genangan Air di Asam-Asam Masih Bertahan, 273 KK Terdampak

Norsalim Yahya • Minggu, 10 Mei 2026 | 14:48 WIB
CEK : Camat Jorong Paimun bersama forkopimcam mengecek debit air sungai di Desa Asam-Asam yang meluap hingga ke pemukiman warga. (Foto : KSB Datu Bungur untuk Radar Banjarmasin)
CEK : Camat Jorong Paimun bersama forkopimcam mengecek debit air sungai di Desa Asam-Asam yang meluap hingga ke pemukiman warga. (Foto : KSB Datu Bungur untuk Radar Banjarmasin)
 
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Jorong - Luapan air sungai yang merendam pemukiman warga di Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), masih menunjukkan tren peningkatan hingga Minggu (10/5/2026)..
 
Camat Jorong, Paimun, turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi terkini. Dari hasil pemantauan, genangan air di sejumlah titik diperkirakan masih akan bertahan setidaknya hingga siang hari, dipengaruhi pasang air laut.
 
“Kondisi genangan masih naik karena pasang air laut sampai jam 12.00 Wita siang nanti. Mudahan lekas surut,” ujar Paimun.
 
Ia mengungkapkan, sedikitnya enam rukun tetangga (RT) terdampak luapan air kiriman dari kawasan pegunungan di hulu sungai, yakni RT 10, RT 6, RT 12, RT 7, RT 8, dan RT 1.
 
Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 273 kepala keluarga (KK) terdampak. Genangan air tidak hanya merendam halaman rumah, tetapi juga mulai masuk ke dalam rumah warga sehingga menghambat aktivitas sehari-hari.
 
Menurut Paimun, air yang meluap ke pemukiman merupakan kiriman dari kawasan pegunungan yang mengalami peningkatan debit sejak beberapa hari terakhir.
 
Meski kondisi genangan mulai memasuki rumah warga, hingga Minggu pagi belum ada warga yang mengungsi. “Belum ada yang mengungsi. Warga masih bertahan di rumah masing-masing,” jelasnya.
 
Pihak kecamatan bersama instansi terkait kini telah menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi memburuk. Titik pengungsian melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) telah disiapkan, termasuk koordinasi dengan BPBD, Damkar, TNI, dan Polri.
 
“Kalau kondisi belum surut, titik pengungsian KSB sudah disiapkan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait,” pungkasnya. 
Editor : Arif Subekti
#air sungai #Tanah Laut #Luapan