RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Pengamanan di kawasan proyek Istana Anak Yatim, Lingsir, Kecamatan Paringin Selatan, semakin diperketat. Setelah sebelumnya disiagakan personel Satpol PP dan patroli rutin pihak Kepolisian, kini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Balangan memasang pagar penghalang di pintu masuk bangunan tersebut.
Pemasangan pagar ini merupakan upaya fisik untuk menutup akses bagi pihak luar yang tidak berkepentingan. Langkah tersebut diambil menyusul keresahan masyarakat terkait seringnya lokasi proyek yang belum rampung itu dijadikan tempat berkumpulnya oknum remaja untuk melakukan aktivitas negatif.
Kepala Dinas PUPRPerkim Balangan, Hj Rahmadiah menjelaskan tindakan ini adalah respons cepat Pemkab Balangan dalam meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama masa konstruksi berlangsung.
"Selain penjagaan dari Satpol PP, kami merasa perlu memasang pagar penghalang di titik-titik akses masuk. Hal ini untuk memastikan area proyek benar-benar steril dan mempermudah pengawasan aset yang ada di dalam," ujar Rahmadiah, Sabtu (9/5/2026) pagi.
Sebelumnya, lokasi Istana Anak Yatim sempat viral di media sosial karena minimnya pengawasan dan penerangan, yang membuatnya rawan menjadi titik penyakit masyarakat. Dengan adanya pagar fisik ini, celah bagi oknum untuk masuk ke area gedung secara sembunyi-sembunyi kini tertutup rapat.
Rahmadiah menambahkan standar pengamanan dengan memasang pagar penghalang ini tidak hanya berhenti di Istana Anak Yatim. Langkah serupa nantinya juga akan diterapkan di berbagai lokasi proyek pembangunan strategis lainnya yang masih berjalan di wilayah Kabupaten Balangan guna menghindari penyalahgunaan aset milik daerah.
Saat ini, sembari menunggu penyelesaian fisik bangunan yang telah dianggarkan sebesar Rp7 miliar pada tahun 2026, sinergi antara penjagaan Satpol PP, patroli Kepolisian, dan pengamanan pagar fisik diharapkan mampu menjaga marwah bangunan sosial tersebut hingga siap ditempati nantinya.
Editor : Fauzan Ridhani