RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Misteri dugaan pembegalan terhadap Bambang, seorang pedagang bakso keliling di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), akhirnya terungkap.
Insiden yang sempat membuat warga resah itu ternyata hanya cerita karangan Bambang sendiri.
Bambang mengaku menjadi korban begal saat melintas di jalan sepi penghubung Desa Jilatan dan Desa Durian Bungkuk pada Rabu (6/5/2026) lalu.
Awalnya, Bambang mengaku uang belanja dagangan miliknya dirampas pelaku begal.
Namun, setelah dilakukan penyelidikan ulang, Polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam keterangan Bambang.
Kapolres Tala, AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Batu Ampar, AKP Munadi mengatakan hasil pemeriksaan lanjutan memastikan tidak ada aksi pembegalan seperti yang dilaporkan.
“Setelah dimintai keterangan lengkap dan dilakukan pengecekan ulang ke TKP, ternyata insiden pembegalan itu rekayasa belaka,” kata Munadi, Jumat (8/5/2026).
Menurut dia, Bambang sengaja membuat cerita palsu untuk menutupi kondisi keuangannya yang sedang bermasalah.
Bambang mengaku malu kepada istrinya di Liang Anggang, Kota Banjarbaru, karena tidak bisa mengirim uang.
Ironisnya, uang dagangan yang diakuinya dirampas begal, ternyata ludes untuk bermain slot judi online (judol).
“Selama ini, (Bambang, red) malah sering minta uang ke istrinya. Termasuk uang untuk belanja bahan dagangan. Pada hari kejadian itu juga baru minta uang dari istri,” ungkap Munadi.
Setelah didesak dengan sejumlah temuan Polisi, Bambang akhirnya mengakui seluruh kebohongannya. Ia kemudian mendatangi Polsek Batu Ampar pada Kamis (7/5/2026) sore untuk memberikan klarifikasi.
Sebagai bentuk permintaan maaf, Bambang juga membuat video klarifikasi kepada masyarakat, khususnya warga Desa Jilatan dan sekitarnya, karena sempat membuat gaduh dan memicu keresahan soal isu begal di kawasan tersebut.
Editor : Fauzan Ridhani