RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Dugaan keracunan massal menggegerkan warga di sebuah komplek perumahan di Kabupaten Balangan. Sejumlah warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami mual, muntah, dan diare usai menghadiri kegiatan yasinan di musala setempat, Rabu (6/5/2026) malam.
Gejala mulai dirasakan para korban tidak lama setelah menyantap hidangan yang disajikan dalam acara tersebut. Kondisi beberapa warga yang terus memburuk membuat mereka harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Datu Kandang Haji (RSDKH) Balangan pada Kamis (7/5/2026).
Kabag Administrasi Umum dan Keuangan RSDKH Balangan, Erma Emilda, membenarkan pihak rumah sakit menerima sejumlah pasien dengan keluhan serupa.
“Pada Kamis itu ada 10 orang yang masuk ke rumah sakit. Satu orang dirujuk ke Rumah Sakit Damanhuri Barabai, empat orang sudah dipulangkan, dan lima orang masih dirawat di RSDKH Balangan,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (8/5/2026).
Menurut Erma, pasien yang sudah diperbolehkan pulang masuk kategori keracunan sedang dan kondisinya telah membaik. Meski begitu, pihak rumah sakit juga menerima informasi adanya warga lain yang mengalami gejala serupa namun memilih menjalani perawatan mandiri di rumah.
“Sebelumnya ada satu orang yang bisa dibilang cukup parah, tapi hari ini sudah stabil,” tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian langsung bergerak melakukan penanganan dan penyelidikan. Kapolsek Paringin, Ipda Faizal R Umasugi, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan massal tersebut.
“Prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan dan penanganan terhadap para korban. Seluruh korban telah diarahkan untuk mendapatkan perawatan medis dan pendataan terus dilakukan bersama pihak rumah sakit,” katanya.
Polisi kini masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel makanan dan minuman yang diduga menjadi sumber keracunan, termasuk meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Untuk penyebab keracunan masih dalam penyelidikan guna mengetahui sumber pasti penyebab kejadian, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap makanan atau minuman yang dikonsumsi,” jelas Faizal.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
Editor : Eddy Hardiyanto