RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Polres Tanah Laut (Tala) memastikan informasi viral terkait dugaan pembegalan terhadap seorang pedagang bakso keliling di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tala, Kalimantan Selatan (Kalsel), hanyalah rekayasa.
Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap korban serta lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami telah melakukan penyelidikan dan pendalaman. Dari hasil pemeriksaan ditemukan ketidaksesuaian antara keterangan korban dengan fakta di lapangan. Korban akhirnya mengakui bahwa cerita pembegalan itu tidak benar,” ungkapnya pada Jumat (8/5/2026).
Peristiwa itu sebelumnya dilaporkan terjadi di Jalan Dewata RT 6 Dusun Lokbrajan, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Rabu (6/5/2026) pagi.
Orang yang mengaku sebagai korban pembegalan tersebut merupakan warga Desa Durian Bungkuk yang sehari-hari berjualan bakso keliling.
Informasi dugaan pembegalan itu sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menindaklanjuti informasi yang beredar, jajaran Polres Tala bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan memeriksa korban dan mendatangi lokasi yang disebut sebagai TKP.
Dari hasil pemeriksaan lanjutan, tukang bakso tersebut mengakui telah merekayasa cerita pembegalan.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Masyarakat kami imbau lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kepanikan maupun keresahan,” katanya.
Selain itu, Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari segala bentuk perjudian, termasuk judi online dan judi slot, serta menjaga kejujuran dan keharmonisan dalam keluarga.
Informasi yang diperoleh Radar Banjarmasin, pedagang bakso tersebut nekat melakukan aksi rekayasa pembegalan karena kalah main judi online.
Editor : Sutrisno