Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Curiga Lampu Tak Menyala, Warga Kertak Hanyar Temukan Pria Tanpa Identitas Tewas di Kontrakan

M Fadlan Zakiri • Jumat, 8 Mei 2026 | 15:16 WIB
OLAH TKP: Petugas kepolisian bersama tim Inafis melakukan olah TKP di kontrakan tempat ditemukannya seorang pria tanpa identitas meninggal dunia di Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kamis (7/5/2026) malam. (POLRES BANJAR)
OLAH TKP: Petugas kepolisian bersama tim Inafis melakukan olah TKP di kontrakan tempat ditemukannya seorang pria tanpa identitas meninggal dunia di Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kamis (7/5/2026) malam. (POLRES BANJAR)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Warga Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, digegerkan dengan penemuan seorang pria tanpa identitas dalam kondisi meninggal dunia di dalam kontrakan, Kamis (7/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 Wita.
Korban yang masih berstatus Mr X itu ditemukan dalam kondisi telentang di lantai rumah kontrakan.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui seorang saksi bernama Wahyu Budi Hadianto (39), karyawan swasta asal Surabaya.
Saksi awalnya merasa curiga karena lampu rumah korban belum juga menyala hingga malam hari. Karena khawatir terjadi sesuatu, ia kemudian masuk ke dalam rumah untuk memeriksa kondisi korban.
“Setelah dicek, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan,” ujar Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli melalui Plt Kasi Humas Polres Banjar Iptu M Rifani, Jumat (8/5/2026).
Penemuan itu sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi. Para saksi kemudian memanggil warga dan tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi korban.
Dari keterangan saksi lainnya, M Adi Yamin (30), korban diketahui sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia.
Korban disebut merasa tidak enak badan, mengalami nyeri di bagian dada, hingga sesak napas.
“Menurut keterangan saksi pertama, korban juga memiliki riwayat penyakit ginjal,” tambah Rifani.
Mendapat laporan warga, petugas piket Polsek Kertak Hanyar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.
Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Inafis Satreskrim Polres Banjar untuk melakukan olah TKP serta proses identifikasi korban.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya dompet berisi uang tunai, kartu identitas perusahaan pelayaran dan perbankan, telepon genggam, hingga sejumlah obat-obatan.
Saat ini jenazah masih berada di kamar jenazah RSUD Ratu Zalecha Martapura sambil menunggu proses identifikasi sidik jari oleh Unit Inafis Satreskrim Polres Banjar.
“Jenazah sementara disimpan di lemari pendingin rumah sakit sambil menunggu proses identifikasi dan pencarian pihak keluarga korban,” pungkas Rifani.
Sementara itu hasil pemeriksaan dokter forensik RSUD Ratu Zalecha Martapura, perwakilan rumah sakit, dr Buyung Ramadhan, tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 6 sampai 12 jam sebelum ditemukan,” jelas dr Buyung.
Editor : Sutrisno
#martapura #mayat