RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Viral di media sosial, sebuah rekaman CCTV memperlihatkan aksi oknum badut jalanan diduga memalak pelajar di kawasan Kota Banjarbaru. Aksi tersebut memicu keresahan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dalam video yang beredar, oknum badut terlihat menghentikan kendaraan pelajar di tengah jalan. Tak hanya meminta uang, pelaku bahkan menarik kendaraan korban hingga memaksa pelajar menyerahkan sejumlah uang.
Aksi nekat itu langsung menuai kecaman publik. Banyak warga menilai tindakan tersebut sudah meresahkan dan tidak bisa lagi dianggap sekadar hiburan jalanan biasa.
Keresahan warga semakin memuncak setelah muncul dugaan tindakan tidak pantas terhadap korban. Warga Landasan Ulin, Egy Septha, mengungkapkan berdasarkan cerita sejumlah pelajar, oknum badut tersebut diduga juga melakukan pelecehan fisik.
“Tak hanya memalak, ada informasi dari teman-teman pelajar lainnya bahwa oknum tersebut juga menyentuh korban. Ini sudah mengarah pada dugaan pelecehan,” ujar Egy.
Ia mengaku adiknya sempat mengalami trauma setelah kendaraan yang dikendarainya ditarik paksa oleh pelaku di tengah jalan.
Meski demikian, Egy mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kota Banjarbaru dan aparat terkait yang langsung bergerak menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi Ibu Wali Kota Lisa Halaby dan aparat yang cepat bertindak. Ini penting untuk memberikan rasa aman, terutama bagi perempuan yang beraktivitas di jalan,” tambahnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby menegaskan telah memerintahkan Dinas Sosial, Satpol PP, dan aparat penegak hukum untuk melakukan penertiban terpadu.
Lisa memastikan tidak ada toleransi bagi aktivitas yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat di Kota Banjarbaru.
“Ya, kita proses tindak lanjut. Jika tidak mematuhi aturan, akan kita tertibkan secara terpadu,” tegasnya.
Pemkot Banjarbaru kini mulai menyisir keberadaan badut jalanan, pak ogah, hingga tunawisma yang dianggap meresahkan masyarakat. Warga juga diminta aktif melaporkan kejadian serupa agar keamanan dan kenyamanan publik tetap terjaga.
Editor : Eddy Hardiyanto