Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Empat ABK TB Samudra Jaya 1 Tewas ! Diduga Keracunan Gas di Manhole Kapal

Maulana Radar Banjarmasin • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:30 WIB
EVAKUASI: Tim SAR gabungan saat melakukan proses evakuasi korban dari ruang terbatas (manhole) TB Samudra Jaya 1 di perairan Sungai Tunjang, Barito Kuala.
EVAKUASI: Tim SAR gabungan saat melakukan proses evakuasi korban dari ruang terbatas (manhole) TB Samudra Jaya 1 di perairan Sungai Tunjang, Barito Kuala.

RADAR BANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Peristiwa tragis terjadi di perairan Sungai Tunjang, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (6/5/2026) sore. Empat anak buah kapal (ABK) TB Samudra Jaya 1 ditemukan meninggal dunia diduga akibat terpapar gas beracun di dalam ruang terbatas atau manhole kapal.

Informasi kejadian pertama kali diterima Basarnas Banjarmasin sekitar pukul 17.20 WITA dari anggota Ditpolair Polda Kalsel, Bripka Priyo. Laporan menyebut empat kru kapal terjebak di dalam manhole dan diduga mengalami paparan gas berbahaya.

Tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Unsur yang terlibat antara lain Kantor SAR Banjarmasin, Ditpolair Polda Kalsel, Polair Polres Barito Kuala, Polsek Cerbon, TNI AL Banjarmasin, KSOP Sungai Putting, hingga Karantina.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat empat kru kapal melakukan pemeriksaan keberadaan air di dalam manhole. Kapten kapal turun lebih dahulu setelah penutup manhole dibuka.

Namun nahas, ia diduga terjatuh akibat kondisi berbahaya di ruang tertutup tersebut. Tiga kru lainnya yang mencoba memberikan pertolongan justru mengalami kejadian serupa hingga akhirnya ikut terjebak.

Satu korban sempat dievakuasi lebih awal dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan tiga korban lainnya masih berada di bawah tangga manhole saat laporan diterima petugas.

Pukul 17.40 WITA, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan 10 personel rescue menggunakan dua unit rescue car menuju lokasi kejadian. Tim membawa perlengkapan khusus confined space rescue seperti SCBA, gas detector, rubber boat, hingga perlengkapan mountaineering.

Peralatan tersebut digunakan karena lokasi korban berada di ruang terbatas dengan potensi kandungan gas beracun dan minim oksigen.

SAR Mission Coordinator (SMC) Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan prosedur keselamatan ketat untuk menghindari munculnya korban tambahan.

“Tim rescue bergerak dengan membawa peralatan khusus confined space rescue. Dugaan awal berkaitan dengan gas berbahaya atau kadar oksigen rendah di ruang tertutup,” ujarnya.

Tim SAR gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 19.10 WITA dan langsung melakukan briefing sebelum evakuasi dimulai pukul 19.30 WITA.

Satu per satu korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Korban berinisial S (27) dievakuasi pukul 20.49 WITA, disusul ZMH (34) pukul 21.51 WITA, kemudian HHA (28) pukul 00.20 WITA. Sementara korban lainnya, TRZ (38), juga ditemukan meninggal dunia.

Menurut I Putu Sudayana, proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi ruang sempit dan tingginya risiko paparan gas berbahaya.

“Seluruh personel bekerja sesuai prosedur keselamatan untuk meminimalisir risiko tambahan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di sektor perairan dan perkapalan, khususnya saat melakukan aktivitas di ruang terbatas.

“Kami mengimbau setiap aktivitas di ruang terbatas wajib dilengkapi prosedur keselamatan ketat, termasuk penggunaan alat deteksi gas dan perlindungan pernapasan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, operasi SAR resmi ditutup pukul 00.40 WITA dan seluruh unsur gabungan kembali ke kesatuan masing-masing.

Editor : Eddy Hardiyanto
#keracunan gas #abk #kapal #Tewas