Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pertalite di Kotabaru Langka, Operator Speedboat Empat Serangkai Menjerit

Jumain Radar Banjarmasin • Selasa, 5 Mei 2026 | 15:01 WIB
Gambaran kondisi speedboat di Pelabuhan Empat Serangkai Kotabaru yang tidak beroperasi. (Jumain/ Radar Banjarmasin)
Gambaran kondisi speedboat di Pelabuhan Empat Serangkai Kotabaru yang tidak beroperasi. (Jumain/ Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Pelabuhan Speedboat Empat Serangkai Kotabaru tampak terik, namun suasana di dermaga terasa lesu.

Tak banyak aktivitas deru mesin speedboat yang biasanya memecah keheningan selat. Para operator lebih banyak duduk termenung di atas dermaga, meratapi tangki BBM yang kering.

Krisis Pertalite di Bumi Sa-Ijaan benar-benar berada di titik nadir. Para pelaku transportasi laut, keluhan yang muncul bukan lagi soal keuntungan, melainkan bertahan hidup.

Ketua Organisasi Operator Speedboat Kotabaru, Arbain, menyambut dengan raut wajah kecewa. 

Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini, hasil rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait beberapa waktu lalu belum membuahkan hasil nyata di lapangan.

"Kondisinya sekarang masih mengawang-awang, belum ada tindak lanjut. Kami butuh kejelasan, terutama masalah aturan jerigen untuk pengisian BBM," ujar Arbain, Senin (4/5) sore.

Dampak kelangkaan ini ibarat efek domino yang mencekik warga pesisir. Arbain membeberkan fakta miris dari rekan-rekannya di pelosok.

Di daerah Tanjung Samalantakan, Batu Besar, hingga Sampanahan, harga Pertalite sempat menembus angka Rp30 ribu per liter.

"Itu pun sekarang barangnya habis. Kasihan masyarakat di bawah. Transportasi ini urat nadi, kalau kami tidak jalan, banyak hajat hidup orang banyak yang terhambat, apalagi kalau ada urusan mendadak atau orang sakit," imbuhnya.

Kebutuhan BBM untuk moda transportasi laut ini memang tidak main-main. Dalam kondisi normal, satu unit speedboat rata-rata menghabiskan 700 liter Pertalite per hari.

Angka ini akan meledak menjadi 15.000 liter saat memasuki musim mudik Lebaran. Tanpa adanya jaminan stok, arus mudik masyarakat dipastikan akan lumpuh total.

Arbain mengingatkan pemerintah dan instansi terkait, agar tidak meremehkan persoalan ini. Baginya, urusan BBM bagi operator bukan sekadar angka di atas kertas undang-undang, melainkan urusan perut yang bisa memicu keresahan sosial.

"Tolonglah, ini masalah mata pencaharian, masalah isi perut. Masalah seperti ini sangat rentan di masyarakat karena kalau urusan perut terganggu, orang bisa bertindak di luar kendali. Kami mohon secepatnya ini ditangani dengan baik," pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
#pertalite #Kotabaru #BBM