RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Fenomena badut jalanan dan manusia silver yang kian sering terlihat di sejumlah titik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mulai jadi perhatian. Aktivitas yang kerap muncul di persimpangan, hingga ruas padat lalu lintas itu dinilai berpotensi mengganggu ketertiban. Terlebih, jumlahnya yang terus bertambah dan mulai menjamur dalam beberapa waktu terakhir.
Menyikapi hal tersebut, Satpol PP Kabupaten HSS bergerak melakukan penertiban, Minggu (3/5/2026). Sejumlah pelaku yang terjaring langsung diamankan, lalu didata dan dimintai keterangan. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan sebagai bentuk peringatan lanjutan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten HSS, Iwan Friady melalui Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Indera Darmawan mengatakan langkah ini diambil setelah sebelumnya petugas lebih dulu memberikan pembinaan.
“Sudah kami beri peringatan dan arahan sebelumnya. Saat ini kami tegaskan lagi, ini peringatan kedua. Kalau masih mengulangi, kostum dan perlengkapannya akan kami amankan,” ujarnya.
Meski ditertibkan, para pelaku tidak serta-merta dilarang beraktivitas. Satpol PP tetap memberi ruang, namun dengan pengaturan agar tidak mengganggu ketertiban umum maupun lalu lintas.
“Kami arahkan agar hanya beraktivitas Sabtu dan Minggu sore, itu pun bergantian. Tujuannya supaya tidak menumpuk di satu titik dan mengganggu pengguna jalan,” jelasnya.
Di luar waktu tersebut, mereka diminta mencari lokasi yang lebih tepat, seperti kawasan kuliner atau tempat usaha, dengan catatan tidak mengganggu aktivitas dan atas izin pemilik.
“Kalau di tempat usaha atau lokasi keramaian silakan saja, asal tidak mengganggu,” tambahnya.
Penertiban kali ini juga menyasar kelompok lain yang dianggap meresahkan.
Dua kelompok anak punk turut diamankan karena berkeliaran dalam kondisi mabuk. Dari pengakuan mereka, sempat ada upaya pencurian dengan memecahkan kaca mobil yang terparkir.
“Namun setelah kami telusuri, tidak ada laporan resmi terkait itu. Mereka kami data dan diminta kembali ke daerah asal,” kata Indera.
Sementara itu, laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas ngelem sambil meminta-minta di kawasan Pasar Kandangan juga ditindaklanjuti. Petugas sempat melakukan penyisiran, namun pelaku tidak ditemukan di lokasi.
Satpol PP HSS berharap penertiban ini bisa menjadi pengingat bersama agar ruang publik tetap tertib dan nyaman.
“Perlu peran semua pihak, termasuk masyarakat, untuk sama-sama menjaga kondisi tetap aman dan tertib,” pungkasnya.
Editor : Arif Subekti