Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Karhutla Mulai Intai Banjarbaru, BPBD Masih Pertimbangkan Status Siaga Darurat

Sheilla Farazela • Minggu, 3 Mei 2026 | 14:26 WIB
Tim Piket Regu III Melaksanakan Operasi Pemadaman darat yg berlokasi Jl Guntung Harapan (Belakang Kampus UIN Banjarbaru) Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru pada 2025 lalu (MANGGALA AGNI DAOPS BANJAR untuk Radar Banjarmasin)
Tim Piket Regu III Melaksanakan Operasi Pemadaman darat yg berlokasi Jl Guntung Harapan (Belakang Kampus UIN Banjarbaru) Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru pada 2025 lalu (MANGGALA AGNI DAOPS BANJAR untuk Radar Banjarmasin)
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai menghantui Kota Banjarbaru. Meski beberapa titik api sempat terdeteksi muncul di wilayah Kecamatan Cempaka, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru sejauh ini masih belum menaikkan status menjadi Siaga Darurat Karhutla.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Zaini, mengonfirmasi bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya telah menangani satu hingga tiga laporan kejadian kebakaran lahan. Mayoritas insiden tersebut terkonsentrasi di kawasan Cempaka.
 
"Kejadian memang ada, terlapor satu sampai tiga titik, khususnya di Kecamatan Cempaka. Namun jumlahnya belum masif," ujar Zaini saat dikonfirmasi Minggu (3/5).
 
Meskipun sempat terjadi kebakaran lahan secara fisik di lapangan, Zaini menegaskan bahwa berdasarkan pantauan sensor satelit, wilayah Banjarbaru saat ini terpantau bersih dari titik panas.
 
"Saat ini di Banjarbaru tidak ditemukan titik hotspot," terangnya.
 
Pernyataan ini selaras dengan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor per 3 Mei 2026. 
 
Dalam rilis tersebut, sejumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan "Sedang" justru terdeteksi di kabupaten tetangga seperti Balangan, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, dan Tapin, sementara koordinat Banjarbaru masih nihil hotspot.
 
Berdasarkan hasil pemetaan, Zaini membeberkan dua faktor utama pemicu api yang sempat muncul di Cempaka. Pertama adalah faktor alam akibat cuaca terik. Sementara faktor kedua adalah dugaan kesengajaan oleh oknum warga yang membuka lahan dengan cara dibakar.
 
"Masyarakat sengaja membakar untuk membuka lahan. Karena itu, tim di lapangan terus gencar bersosialisasi agar warga meninggalkan pola lama tersebut," tegasnya.
 
Terkait peningkatan status kebencanaan, Zaini menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan *stakeholder* terkait dan tim Forkopimda. 
 
Penentuan status Siaga Darurat akan diputuskan melalui rapat koordinasi jika eskalasi luas lahan yang terbakar mulai melampaui ambang batas tertentu.
 
Di sisi lain, BPBD Banjarbaru juga mulai menyasar kelompok rentan dalam upaya mitigasi. 
 
Baru-baru ini, edukasi mitigasi bencana diberikan kepada kelompok wanita penyandang disabilitas agar mereka memiliki pengetahuan untuk melakukan evakuasi mandiri saat terjadi bencana.
 
Zaini pun mengimbau seluruh lapisan masyarakat Banjarbaru untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan sekecil apa pun guna mencegah munculnya titik panas baru di wilayah ibu kota.
Editor : Arif Subekti
#Hotspot #BPBD #kebakaran lahan #banjarbaru