RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Kuala (Batola) resmi mengeluarkan pernyataan sikap atas peristiwa penyerangan terhadap seorang pimpinan majelis taklim, Guru Husin Kaderi, di Kecamatan Rantau Badauh.
Peristiwa yang diduga dilakukan oleh pelaku dalam kondisi mabuk itu menuai kecaman keras dari kalangan ulama.
Ketua MUI Barito Kuala, KH M Abdat Rathami, didampingi Sekretaris menegaskan, bahwa aksi tersebut merupakan tindakan keji yang meresahkan masyarakat.
"Sehubungan dengan peristiwa penyerangan brutal dan keji terhadap ulama, yakni Guru Husin Kaderi, kejadian ini sangat kami sesalkan dan meresahkan masyarakat," ujarnya, Minggu (26/4).
Dalam pernyataan resminya, MUI Batola menyampaikan sejumlah sikap tegas. "MUI Kabupaten Barito Kuala mengecam keras setiap tindakan kriminal, terlebih-lebih perilaku penyerangan berdarah terhadap ulama," tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyatakan dukungan penuh terhadap aparat penegak hukum agar memproses kasus tersebut secara transparan dan berkeadilan. “Kami mendukung penuh proses penegakan hukum dan meminta hukum dijalankan dengan transparan dan berkeadilan, agar peristiwa serupa tidak terulang lagi," lanjutnya.
MUI Batola juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat hingga berhasil mengamankan pelaku dalam waktu singkat.
"Kami mengapresiasi kinerja pihak kepolisian yang telah berhasil menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam," katanya.
Untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, MUI mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga persatuan serta menghormati para ulama.
"Untuk menjaga suasana agar tetap kondusif, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa merawat persaudaraan, keakraban sosial, serta menjaga dan menghormati para ulama," imbaunya.
MUI juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan peran sebagai pembimbing umat.
"MUI sebagai pembimbing dan pelayan umat akan terus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar bersama para ulama, pemerintah dan masyarakat," ucapnya.
Editor : Arief