Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Petugas Dishub Kewalahan Hadapi Preman, Antrean BBM di Jalan Subarjo Banjarmasin Makin Semrawut

Endang Syarifuddin • Senin, 27 April 2026 | 09:31 WIB
MENGULAR: Antrean kendaraan mengular di SPBU kawasan Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin, hingga memakan badan jalan. Sejumlah truk juga terlihat parkir di pinggir jalan, memperparah kemacetan dan memicu pengendara lain nekat melawan arus.
MENGULAR: Antrean kendaraan mengular di SPBU kawasan Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin, hingga memakan badan jalan. Sejumlah truk juga terlihat parkir di pinggir jalan, memperparah kemacetan dan memicu pengendara lain nekat melawan arus.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU kawasan Jalan Gubernur Subarjo makin tak terkendali. Bahkan, sebagian pengendara nekat melawan arus demi mendapatkan BBM subsidi. Kondisi ini dikeluhkan warga karena dapat membahayakan pengguna jalan lain.

Keluhan tersebut ramai diperbincangkan setelah video antrean panjang hingga memakan badan jalan viral di media sosial (medsos). Dalam rekaman itu kendaraan tampak mengular dan sebagian mengambil jalur berlawanan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, tak menampik kondisi tersebut. Ia menyebut, titik antrean memang terpusat di beberapa SPBU di kawasan tersebut.

“Di sepanjang Jalan Gubernur Subarjo itu ada tiga SPBU. Namun yang paling menyita perhatian dengan antrean cukup panjang ada di SPBU nomor 6 dan 7. Itu berkaitan dengan penyaluran BBM subsidi,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, tingginya antrean lantaran pola distribusi dan akses bagi angkutan tertentu. Terutama kendaraan yang berada di bawah naungan organisasi angkutan darat (Organda).

“Dua SPBU itu sebelumnya memang melayani angkutan umum yang berada di bawah naungan Organda, sehingga para driver memiliki akses untuk mendapatkan BBM subsidi. Ini yang kemudian memicu antrean cukup luar biasa di lapangan,” jelasnya.

Di sisi lain, petugas Dishub sudah berupaya melakukan pengaturan di lapangan. Namun tidak berjalan mulus, oknum-oknum preman di kawasan tersebut membuat petugas kewalahan menghadapinya.

“Petugas kami sudah turun ke lokasi. Tapi di lapangan ada kendala, termasuk oknum-oknum preman yang sulit dikendalikan. Itu membuat penertiban tidak maksimal,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Dishub memiliki keterbatasan kewenangan dalam hal penindakan. Karena itu, diperlukan dukungan lintas instansi agar persoalan bisa ditangani lebih efektif.

“Untuk penindakan memang bukan kewenangan kami. Kami sangat berharap dukungan dari pihak kepolisian agar penanganan di lapangan bisa lebih maksimal,” tegasnya.

Ke depan, Dishub berencana memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi konkret. Termasuk mengantisipasi antrean yang melanggar aturan lalu lintas, seperti melawan arus.

“Kami akan agendakan koordinasi bersama pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum. Harapannya ada langkah konkret agar antrean bisa lebih tertib dan tidak membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya. 

Editor : Arief
#Dishub Banjarmasin #kalimantan selatan #BBM #premanisme #banjarmasin