Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lansia Ditemukan Terkapar Bersimbah Darah di Kelayan Banjarmasin, Ternyata Meninggal karena Ini

Maulana Radar Banjarmasin • Jumat, 24 April 2026 | 16:24 WIB
EVAKUASI: Relawan emergency mengevakuasi jasad lansia yang ditemukan terkapar di Jalan K.S Tubun, Kelayan Barat. (Relawan Emergency)
EVAKUASI: Relawan emergency mengevakuasi jasad lansia yang ditemukan terkapar di Jalan KS Tubun, Kelayan Barat, Jumat (24/4/2026). (Relawan Emergency)

RADAR BANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Warga dan pengendara yang melintas di Jalan KS Tubun, tepatnya di taman samping Jembatan Muara Kelayan, Kelayan Barat, Banjarmasin Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang terkapar bersimbah darah, Jumat (24/4/2026) pagi.

Penemuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.45 Wita.

Salah seorang relawan, Noor Imansyah mengatakan informasi awal didapat dari warga yang datang meminta pertolongan.

"Awalnya ada warga datang bilang ada kakek terkapar berdarah. Kami langsung ke lokasi untuk memastikan,"ujarnya.

Setibanya di lokasi, korban sudah dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan dengan tubuh bersimbah darah. Relawan kemudian segera menghubungi tim emergency melalui grup WhatsApp untuk mendatangkan ambulans.

"Kami langsung minta bantuan relawan lain untuk evakuasi," tambahnya.

Korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Sempat beredar dugaan korban menjadi korban kekerasan. Namun, hal itu dibantah pihak keluarga.

Anak korban, Muhammad Irfansyah (27) mengungkapkan ayahnya bernama M Sarkawi (67) meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dideritanya. 

"Hasil visum luar menyebutkan ayah saya meninggal karena sakit jantung. Darah yang keluar itu karena batuk," jelas Irfansyah di halaman kamar jenazah.

Ia juga menegaskan tidak ada unsur pengeroyokan atau tindak kekerasan dalam kejadian tersebut.

"Tadi sempat dikira dipukul orang, ternyata tidak. Ayah saya memang punya riwayat sakit jantung,"ujarnya.

Irfansyah menambahkan ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat keliling, sehingga jarang berada di rumah. "Terakhir ketemu sekitar satu bulan lalu," katanya.

Usai dilakukan visum luar, pihak keluarga memutuskan untuk segera memakamkan jenazah di kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru.

Editor : Sutrisno
#korban kekerasan #banjarmasin #kelayan #lansia #bersimbah darah