Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Puluhan Siswa SMKN 1 Amuntai dan Peserta Posyandu di Kelurahan Antasari Keracunan, Diduga Usai Konsumsi MBG dari SPPG di Amuntai Tengah

M Akbar Radar Banjarmasin • Kamis, 23 April 2026 | 18:42 WIB
CEMAS:Salah satu ruangan di RS Mulia disesaki keluarga korban diduga keracunan MBG dari salah satu SPPG di Kecamatan Amuntai Tengah, Kamis (23/4/2026).(Foto:M Akbar/Radar Banjarmasin) 
CEMAS:Salah satu ruangan di RS Mulia disesaki keluarga korban diduga keracunan MBG dari salah satu SPPG di Kecamatan Amuntai Tengah, Kamis (23/4/2026).(Foto:M Akbar/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI - Dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kalsel. 

Kali ini, terjadi di SMKN 1 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (23/4/2026). Puluhan siswa SMKN 1 Amuntai diduga keracunan setelah mengkonsumsi menu MBG dari sebuah SPPG yang berlokasi di Amuntai Tengah. 

Tak hanya itu, sejumlah warga yang mengikuti kegiatan Posyandu di Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah juga mengalami keracunan, diduga mengkonsumsi menu yang sama seperti yang disajikan di SMKN 1 Amuntai. 

Menu yang disajikan pihak SPPG yang berlokasi di wilayah Amuntai tengah tersebut berupa mie.

Oleh sebagian warga, menu mie menyerupai spageti itulah yang diduga membuat para korban mengalami gejala pusing dan mual.

Akibat kejadian ini, puluhan warga dan juga para siswa SMKN 1 Amuntai dilarikan ke RS Mulia Amuntai untuk mendapatkan penanganan medis. 

Informasi yang dihimpun di lapangan, jumlah korban mencapai sekitar 61 orang, 19 orang diantaranya masih menjalani observasi, selebihnya telah diperbolehkan pulang.

Pihak terkait bergerak cepat. Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diamankan dan diambil oleh BPOM untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan sumber kontaminasi.

Sementara itu, Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas, Iptu Asep membenarkan adanya peristiwa diduga keracunan massal menu MBG tersebut. Namun, pihaknya belum memberikan keterangan lebih rinci.

“Itu saja yang bisa kami sampaikan. Tunggu perkembangan berikutnya,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemkab HSU terkait penyebab pasti kejadian tersebut.

Penanganan korban masih terus berlangsung, sementara hasil uji sampel makanan masih ditunggu.

Salah satu siswa SMKN 1 Amuntai menjelaskan mi yang dikonsumsi sebagian sudah agak lengket dan berbau hampir basi.

"Sebagian ada yang terlanjur makan, dan sebagian yang tidak makan menu MBG tersebut," ujarnya. Ia sendiri akhirnya menjalani rawat jalan karena mengonsumsinya.

Kadis Kesehatan HSU, dr Moch Yandi Friyadi, melalui Kabid P2, Fajeri menyatakan belum tahu persis penyebabnya.

"Tapi yang jelas kami tunggu hasil laboratorium. Kan tadi ada dari BPOM Tanjung juga, mereka akan memeriksa sampel makanannya," ucapnya singkat. 

Editor : Fauzan Ridhani
#Kabupatem Hulu Sungai Utara #Amuntai #SPPG #keracunan mbg #posyandu