El Nino Mengintai, Polres HSU Siagakan Pasukan dan Alat Karhutla
M Akbar Radar Banjarmasin• Selasa, 21 April 2026 | 17:54 WIB
MOMEN:Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto memimpin apel kesiapsiagaan karhutla dan pengecekan peralatan pengendalian massa di wilayah hukum Polres HSU, Selasa (21/4/2026).(Foto:Istimewa)
AMUNTAI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diantisipasi serius. Polres Hulu Sungai Utara (Polres HSU) menggelar apel kesiapsiagaan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla sekaligus pengecekan peralatan pengendalian massa, Selasa (21/4/2026).
Apel yang digelar di wilayah hukum Polres HSU itu dipimpin langsung Kapolres HSU, AKBP Agus Nuryanto. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait turut ambil bagian.
Di antaranya Sekretaris Daerah HSU, Adi Lesmana mewakili Bupati HSU. Ketua DPRD HSU, Fadilah dan perwakilan Dandim 1001 HSU-BLG. Juga, Ketua Pengadilan Negeri Amuntai, perwakilan Kejaksaan Negeri, Kepala BPBD, Satpol PP dan Damkar, Manggala Agni, hingga organisasi masyarakat seperti ORARI dan Damkar Mandiri.
Seluruh jajaran Polres HSU juga dikerahkan. Mulai dari Wakapolres Kompol Sony FL Gaol, pejabat utama, perwira, hingga personel. Keterlibatan lintas sektor ini menjadi penanda kuatnya sinergi menghadapi ancaman karhutla yang diprediksi meningkat.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan apel ini bukan sekadar seremonial. Melainkan upaya menyamakan langkah dan menyatukan tekad seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla di Kabupaten HSU.
“Penanggulangan karhutla tidak bisa parsial. Harus terpadu dan berkelanjutan dengan melibatkan semua unsur,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung pada April hingga Oktober 2026. Kondisi ini berpotensi memicu kemarau lebih panjang dan kering.
Dampaknya tidak main-main. Mulai dari kekeringan, krisis air bersih, gangguan kesehatan, hingga potensi gangguan kamtibmas akibat karhutla.
Melalui Kasi Humas, Iptu Asep Hudzainur, Kapolres HSU menekankan kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Seluruh elemen, baik pemerintah, TNI-Polri, swasta, maupun masyarakat, diminta bergerak bersama.
“Kami mengajak semua pihak bekerja lebih keras, cerdas, dan tuntas dalam pencegahan serta penanggulangan karhutla,” ujarnya.
Selain kesiapan alat, langkah preventif juga diperkuat melalui patroli rutin dan sosialisasi. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Apel ini diharapkan memperkuat koordinasi sekaligus memastikan kesiapan seluruh pihak. Tujuannya satu, mencegah karhutla sejak dini dan menjaga keselamatan lingkungan serta masyarakat di HSU.