RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Pencarian dugaan mayat di perairan Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, resmi dihentikan oleh kepolisian. Keputusan ini diambil setelah adanya kepastian bahwa jasad yang sebelumnya dilaporkan terlihat di lokasi tersebut merupakan korban yang sama dengan mayat yang ditemukan di perairan Muara Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut.
Kapolsek Satui, AKP Anang Setyawan, membenarkan bahwa identitas korban telah dipastikan.
“Yang ditemukan di Asam-Asam itu identik dengan almarhumah Nur Hayati,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Dengan kepastian tersebut, pencarian lanjutan di Sungai Cuka langsung dihentikan.
“Betul, pencarian sudah dihentikan,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (18/4/2026), seorang nelayan melaporkan melihat benda yang diduga jasad manusia tersangkut di tiang lampu navigasi di perairan Sungai Cuka. Namun saat petugas bersama warga tiba di lokasi, benda tersebut sudah tidak ditemukan dan diduga terbawa arus.
Sehari berselang, Ahad (19/4/2026) sekitar pukul 07.45 Wita, sesosok mayat perempuan ditemukan mengapung di perairan Muara Asam-Asam. Korban ditemukan dalam kondisi telungkup, sekitar empat meter dari bibir pantai, mengenakan baju kuning dan celana pendek merah.
Hasil identifikasi memastikan korban adalah Nur Hayati (16), warga Desa Satui Barat, Kabupaten Tanah Bumbu, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak pertengahan April 2026.
Korban diketahui memiliki riwayat epilepsi dan diduga keluar rumah pada malam hari sebelum dinyatakan hilang. Pencarian sempat dilakukan oleh keluarga dan warga, namun tidak membuahkan hasil.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari dan diserahkan kepada pihak keluarga pada hari yang sama.
Editor : Eddy Hardiyanto