RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin -M Zaini (19), pemuda asal Kompleks Kalaka Permai, Jalan A Yani Km 9, Kabupaten Banjar, hingga kini masih belum ditemukan setelah dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Seberang Masjid RT 02, Kampung Sasirangan, Banjarmasin Tengah, Sabtu (18/4/2026) malam, dan sempat menggegerkan warga sekitar.
Korban diduga tercebur ke sungai saat hendak buang air kecil di jamban. Sebelumnya, ia sempat menemani ibunya, Noorhasanah (40), berobat di sekitar lokasi kejadian.
"Saat itu anak saya tiba-tiba kambuh penyakit epilepsinya dan kejang-kejang,"ujar Noorhasanah.
Dalam kondisi panik, sang ibu sempat meminta pertolongan warga. Namun korban keburu jatuh ke sungai dan tenggelam. Noorhasanah juga sempat berusaha menyelamatkan, namun gagal dan justru harus dievakuasi warga karena syok hingga beberapa kali pingsan.
Warga sekitar menyebut lokasi tersebut memang rawan kejadian serupa."Ini sudah kejadian kelima. Di titik ini saja sudah tiga kali, sisanya tidak jauh dari sini,"ungkap Ahim (45), warga setempat.
Koordinator Relawan Water Rescue Alalak, Zainal Abdi, mengatakan pencarian telah dilakukan sejak malam kejadian. Namun hingga dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, korban belum ditemukan sehingga pencarian sementara dihentikan.
"Arus sungai deras, lokasi juga menikung dan cukup dalam," jelasnya, Minggu (19/4) sore.
Pencarian kembali dilanjutkan keesokan harinya dengan penyelaman menggunakan peralatan tradisional. Namun, hujan deras yang mengguyur membuat proses pencarian kembali dihentikan sementara.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari Kantor SAR Banjarmasin, Polairud Polda Kalsel, Satpolairud Polresta Banjarmasin, BPBD Kota Banjarmasin, relawan water rescue, serta emergency gabungan dan masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan dikerahkan, di antaranya perahu karet (rubber boat) bermesin, alat pendeteksi bawah air Aqua Eye, perlengkapan selam, serta alat komunikasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan tim masih fokus melakukan penyisiran di sekitar titik awal korban tenggelam.
"Kami terus berupaya maksimal dengan tetap mengedepankan keselamatan tim di lapangan, mengingat kondisi cuaca yang kurang bersahabat," pungkasnya.
Editor : Sutrisno