BANJARMASIN – Aksi demonstrasi mahasiswa berakhir tanpa hasil setelah massa tidak diizinkan melintas di depan Korem 101/Antasari, di Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin Tengah, Kamis (17/4) petang. Gegara itu, rencana menuju Kantor DPRD Kalsel pun gagal terlaksana.
Sejak sore, massa aksi yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) se-Kalsel berkumpul di kawasan 0 Kilometer, tepat di depan eks Kantor Gubernur. Lokasinya berada di samping Korem 101/Antasari.
Dari titik itu, massa mahasiswa berencana berjalan menuju Kantor DPRD Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat. Namun, rute yang disusun melalui konsolidasi internal ternyata harus melewati kawasan Korem 101/Antasari.
Koordinator Wilayah BEM SI Kalsel, Rizki, menyebut aparat TNI menghadang massa ketika hendak melintas. “Kami hanya mau lewat tapi dihadang-hadang,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan rute secara mendadak tidak mungkin dilakukan karena berisiko menimbulkan persepsi negatif dan berpotensi memicu kejadian tak terduga. Ia menilai penolakan ini berkaitan dengan tuntutan aksi yang sebagian menyentuh isu aparat TNI. “Padahal kami bukan pertama kali lewat sini. Mungkin karena tuntutan menyangkut mereka,” tambah mahasiswa STISHA Banjarmasin itu.
Massa sempat ditawarkan jalur alternatif oleh aparat kepolisian. Namun, hasil konsolidasi internal dianggap sudah mengikat. Sehingga mereka menolak mengubah rute. Akibatnya, aksi yang direncanakan tidak dapat dilanjutkan. Rizki menegaskan pihaknya akan menyiapkan aksi jilid II dengan rencana akses yang lebih matang agar tidak kembali gagal.
Sisi lain, Plh Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul RK Siregar, menjelaskan bahwa aparat kepolisian telah memfasilitasi aksi mahasiswa. Ia menekankan adanya aturan Kapolri yang melarang aksi unjuk rasa dalam radius 150 meter dari instalasi militer. “Karena aksi ini ada tuntutan yang mengarah kepada TNI, maka aturan itu diterapkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, larangan serupa juga berlaku di kawasan objek vital dan objek nasional. “Kalau bukan aksi, masyarakat tetap boleh melintas seperti biasa,” tegasnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief