RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan memastikan kesiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi gangguan keamanan menjelang musim kemarau. Sebanyak 750 personel disiagakan berikut sarana prasarana pendukung untuk respons cepat di lapangan.
Kapolda Kalimantan Selatan, Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan kesiapsiagaan dilakukan melalui pengecekan menyeluruh terhadap peralatan penanggulangan karhutla dan pengendalian massa (dalmas) dalam apel di Banjarbaru, Selasa (14/4).
Menurutnya, wilayah Kalimantan Selatan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kering. Karena itu, seluruh perlengkapan seperti mesin pompa air, selang, hingga kendaraan taktis dipastikan dalam kondisi siap pakai.
“Pengecekan ini bagian dari komitmen untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi masyarakat dari dampak kabut asap,” ujarnya.
Selain kesiapan karhutla, Polda Kalsel juga memverifikasi perlengkapan pengendalian massa. Pemeriksaan meliputi kendaraan taktis seperti water cannon, penghalang massa (barrier), hingga perlengkapan perorangan seperti helm, tameng, rompi pelindung, dan alat komunikasi.
Kabid Humas Polda Kalsel, Adam Erwindi menambahkan bahwa langkah ini untuk memastikan seluruh satuan memiliki standar kesiapsiagaan yang sama, baik dalam penanganan bencana maupun pengamanan situasi sosial.
Koordinasi antar-satuan juga menjadi perhatian untuk mempercepat respons saat terjadi kebakaran maupun potensi gangguan kamtibmas.
Polda Kalsel turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berisiko memicu kebakaran besar, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum.
"Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menekan potensi karhutla sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kalimantan Selatan selama periode rawan kemarau," pungkasnya
Editor : M Oscar Fraby