RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapin sejak dini hari, Senin (13/4/2026), menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Tapin Selatan.
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Tapin pada pukul 08.00 Wita, genangan air terjadi di Kelurahan Tambarangan dan Desa Sawang.
Di Kelurahan Tambarangan, banjir berdampak pada empat RT dengan total ratusan jiwa. Rinciannya, RT 03 sebanyak 23 kepala keluarga (KK) atau 89 jiwa, RT 04 sebanyak 46 KK (180 jiwa), RT 05 sebanyak 37 KK (143 jiwa), serta RT 06 sebanyak 30 KK (119 jiwa).
Sementara di Desa Sawang, banjir juga merendam beberapa wilayah, di antaranya RT 01 RW 01 sebanyak 37 KK (90 jiwa), RT 02 RW 01 sebanyak 14 KK (58 jiwa), RT 04 RW 02 sebanyak 3 KK (11 jiwa), dan RT 10 RW 03 sebanyak 7 KK (25 jiwa).
Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, menyampaikan bahwa banjir dipicu oleh hujan lebat yang berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan genangan air meluas ke permukiman warga.
“Akibatnya aktivitas masyarakat sempat terganggu dan akses jalan menjadi sulit dilalui. Selain itu, kondisi lingkungan yang lembap berpotensi meningkatkan risiko penyakit,” ujarnya,
Meski demikian, kondisi terkini dilaporkan mulai membaik. Air yang sempat menggenangi rumah warga kini berangsur surut.
“Untuk saat ini air sudah mengalami penurunan, dan situasi secara umum aman serta terkendali,” jelasnya.
BPBD Tapin bersama tim gabungan yang terdiri dari TRC, Satgas, TNI, Polri, serta pemerintah setempat telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan ground check, pendataan, dan koordinasi lintas instansi.
Selain penanganan di lapangan, Pusdalops-PB BPBD Tapin juga terus melakukan pemantauan melalui berbagai sarana komunikasi seperti radio repeater VHF, SMS, dan WhatsApp guna memastikan perkembangan situasi secara real time.
Adapun kondisi daerah aliran sungai (DAS) di Tapin, meliputi Sungai Tapin, Sungai Binuang, dan Sungai Margasari, saat ini masih dalam status normal. Tidak ada peringatan dini yang dikeluarkan.
BPBD juga mengimbau seluruh petugas dan relawan untuk tetap siaga, mengingat potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung masih dapat terjadi.
“Kami minta seluruh petugas terus memantau wilayah rawan dan segera melaporkan perkembangan di lapangan,” tegasnya.
Editor : M Oscar Fraby