Delapan Destana Siaga Sudah Terbentuk di Tapin ! BPBD Tapin Libatkan Warga Jadi Ujung Tombak Penanggulangan

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 15:56 WIB
BERI KETERANGAN: Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor memberitahukan bahwa sudah ada delapan Destana yang terbentuk.
BERI KETERANGAN: Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor memberitahukan bahwa sudah ada delapan Destana yang terbentuk.

RANTAU - Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana terus digenjot di Tapin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, hingga kini sudah ada delapan wilayah yang masuk dalam program Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, merinci delapan wilayah tersebut terdiri dari enam desa dan dua kelurahan, yakni Desa Hiyung, Buas-buas, Miawa, Margasari Hulu, Bagak, Mekar Sari, serta Kelurahan Raya Belanti dan Binuang.

“Wilayah-wilayah ini memang rawan bencana. Bahkan beberapa di antaranya menjadi titik yang paling sering terdampak,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, Destana bukan sekadar program formal, melainkan garda terdepan dalam penanganan bencana di tingkat lokal. Peran masyarakat dinilai krusial, mulai dari deteksi dini, penyampaian informasi, hingga penanganan awal sebelum petugas tiba.

“Tujuan utamanya membangun kepedulian masyarakat. Mereka yang pertama bergerak saat bencana terjadi,” jelasnya.

Setiap Destana telah dilengkapi personel dan peralatan dasar. Dalam satu wilayah, terdapat lima hingga sepuluh orang yang disiapkan sesuai kebutuhan.

Tak hanya itu, BPBD juga telah menyalurkan bantuan berupa perlengkapan pemadam kebakaran hingga perahu karet lengkap dengan mesin untuk menghadapi potensi banjir.

“Personel dan peralatan sudah kami siapkan, ini sangat membantu di lapangan,” katanya.

Meski demikian, masih ada sejumlah kebutuhan yang belum terpenuhi. BPBD membuka peluang penambahan fasilitas melalui anggaran perubahan jika dinilai mendesak.

“Kalau diperlukan, akan kami usulkan dalam perubahan anggaran,” tambahnya.

Ke depan, keberadaan Destana diharapkan tidak hanya sigap saat bencana, tetapi juga aktif dalam edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana.

“Harapannya mereka bisa mandiri, cepat tanggap, dan terus mengedukasi masyarakat di wilayahnya,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
Tapin BPBD Tapin destana