KOTABARU - Dua remaja yang tengah melakukan aktivitas trail run di kawasan Gunung Sebatung, Kabupaten Kotabaru, sempat dilaporkan tersesat, Minggu (5/4) sore.
Beruntung, koordinasi cepat antara korban, orang tua, dan tim penyelamat membuat keduanya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru, Hendra Indrayana, saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin mengatakan, kejadian tersebut pada Minggu (5/4) malam.
Ia menjelaskan, pihak keluarga korban langsung bergerak cepat menghubungi petugas setelah menerima panggilan telepon dari sang anak yang mengaku kehilangan arah di jalur pendakian.
"Setelah menerima informasi dari orang tua korban, kami segera berkoordinasi dengan relawan dan Basarnas. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan Polres Kotabaru langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pencarian," ujar Hendra.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kedua remaja tersebut mulai mendaki sejak pagi hari melalui jalur SMPN 5 Kotabaru.
Namun, di tengah perjalanan, keduanya kehilangan arah. Sekitar pukul 12.30 WITA, tim gabungan mulai mengumpulkan informasi dan melakukan penyisiran di titik-titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.
Pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 14.00 WITA. Tim berhasil menemukan kedua remaja tersebut dalam kondisi fisik yang stabil.
"Kondisi mereka sehat dan tidak ada luka-luka. Mereka berhasil ditemukan setelah tim melakukan penyisiran intensif di jalur trek lari gunung tersebut," tambahnya.
Menanggapi kejadian ini, Hendra menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait aktivitas pendakian dan trail run di Gunung Sebatung. Hal ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, terutama bagi kalangan remaja.
"Kedepannya, kami akan bicarakan soal pembuatan posko pantau. Jadi, setiap anak atau warga yang ingin naik bisa didata terlebih dahulu di posko tersebut," tegas Hendra.
Pengetatan pengawasan ini dinilai penting agar setiap aktivitas di kawasan gunung terpantau dengan jelas, baik dari segi waktu keberangkatan maupun perkiraan waktu kembali.
Editor : Sutrisno