Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gelar Aksi Solidaritas di Paringin, Mahasiswa Balangan Tuntut Pelaku Penyerangan Andre Yunus Diungkap

M Dirga • Jumat, 3 April 2026 | 12:34 WIB
KAWAL KEADILAN: Massa mahasiswa dari Universitas Sapta Mandiri menggelar aksi solidaritas di Siring Paringin, Kabupaten Balangan, Kamis (2/4). (M Dirga / Radar Banjarmasin)
KAWAL KEADILAN: Massa mahasiswa dari Universitas Sapta Mandiri menggelar aksi solidaritas di Siring Paringin, Kabupaten Balangan, Kamis (2/4). (Foto: M Dirga / Radar Banjarmasin)

PARINGIN - Gelombang protes atas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM nasional, Andrie Yunus, sampai ke Kabupaten Balangan. Puluhan mahasiswa menggelar aksi solidaritas di Siring Kota Paringin, Kamis (2/4) sore.

Meski di bawah guyuran hujan gerimis, massa tetap bertahan menghamparkan spanduk protes dan melakukan orasi secara bergantian. Aksi ini merupakan bentuk tekanan moral dari daerah agar penegakan hukum terhadap penyerang Wakil Koordinator KontraS tersebut dilakukan secara transparan dan menyentuh akar persoalan.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Universitas Sapta Mandiri (UnivSM), Abdullah menegaskan bahwa mahasiswa di daerah tidak tinggal diam melihat adanya praktik pembungkaman terhadap demokrasi.

Ia menilai, jika kasus ini dibiarkan menguap tanpa kejelasan, maka akan menjadi teror bagi siapapun yang vokal menyuarakan kebenaran. “Kami menyuarakan keadilan untuk Andrie Yunus yang saat ini kasusnya masih kabur. Kami menuntut transparansi, terutama soal penegakan hukum,” tekannya.

Menurutnya, kasus ini cerminan pembangkangan terhadap demokrasi. “Seharusnya kita bisa menyuarakan pendapat dengan aman, tapi kasus ini membuat aktivis ketakutan untuk bersuara,” cecar Abdullah.

Ia juga menyoroti proses hukum yang melibatkan oknum militer sebagai terduga pelaku. Maka, pihaknya mendesak agar persidangan digelar secara terbuka agar publik bisa mengawal jalannya keadilan bagi korban.

“Ini menandakan bahwa mahasiswa di Balangan tahu dan peduli. Kami harapkan kasus ini diusut tuntas, termasuk mencari dalang atau aktor intelektual di balik penyiraman Andrie Yunus,” tegasnya.

Aksi tidak hanya berhenti pada isu nasional. Massa mahasiswa juga berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai pemantik untuk mengawal isu-isu lokal yang krusial. Abdullah menyebut, ke depan mereka akan merutinkan aksi Kamisan untuk menyuarakan pelanggaran HAM serta masalah lingkungan di Balangan.

“Kami juga akan mengawal isu lingkungan terutama soal tambang, serta isu pendidikan di daerah terpencil yang kualitasnya masih jauh tertinggal. Aksi solidaritas ini adalah langkah awal bahwa mahasiswa di daerah tetap kritis,” tandasnya.

Seperti diketahui, Andrie Yunus merupakan korban penyiraman air keras pada pada tengah malam di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, (12/3) lalu. Ia mendapat musibah itu sesaat setelah merampungkan rekaman podcast yang membahas kritik tajam terhadap isu remiliterisme dan revisi UU TNI di kantor YLBHI.

Akibat serangan terencana tersebut, Andrie mengalami luka bakar kimia serius dan harus menjalani perawatan intensif. Investigasi awal melaporkan adanya keterlibatan empat oknum anggota TNI yang telah ditahan sebagai terduga pelaku lapangan. Namun hingga kini, publik terus mendesak agar otak atau aktor intelektual di balik perintah serangan tersebut segera diungkap ke permukaan.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Universitas Sapta Mandiri #kalimantan selatan #Balangan #Demo #mahasiswa