Stroke Saat Pasang Penangkal Petir di Kompleks Pergudangan Basirih, Evakuasi di Ketinggian Berlangsung Dramatis

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 11:10 WIB
Proses evakuasi Amrullah, pekerja yang memasang penangkal petir di Kompleks Pergudangan dan Industri Basirih Indah yang mengalami stroke saat masih berada di ketinggian. (BPBD Banjarmasin untuk Radar Banjarmasin).
Proses evakuasi Amrullah, pekerja yang memasang penangkal petir di Kompleks Pergudangan dan Industri Basirih Indah yang mengalami stroke saat masih berada di ketinggian. (BPBD Banjarmasin untuk Radar Banjarmasin).

 

BANJARMASIN - Evakuasi menegangkan di dilakukan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin. Kamis (2/4/2026). Seorang pekerja diduga mengalami serangan stroke saat masih berada di ketinggian.

Korban bernama Amrullah. Saat kejadian, ia sedang bekerja memasang penangkal petir di atas sebuah bangunan di Kompleks Pergudangan dan Industri Basirih Indah, Jalan Gubernur Soebarjo, Kelayan Selatan, Banjarmasin Selatan.

Saat itu, rekan korban berteriak memanggil korban yang seharusnya masih bekerja di atas. Namun karena tinggi dan terhalang luas bangunan, posisi korban tidak kelihatan, sejurus itu juga tidak adanya respon.

“Teman korban berteriak memanggil, tidak ada respon. Setelah ditelusuri ke atas ternyata korban sudah stroke dan tidak merespon saat diajak bicara meski posisinya sadar,” ujar Ahmad Alfian, Anggota BPBD Banjarmasin, Jumat (4/4/2026).

Laporan terkait situasi tersebut masuk sekitar pukul 13.43 Wita. Tim BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) bersama sejumlah relawan melakukan observasi di lapangan.

Hasil pengamatan menilai posisi korban sangat tinggi dan berisiko untuk melakukan evakuasi jika tidak ekstra berhati-hati. Pasalnya, tidak terdapat lagi jalur lain yang memungkinkan selain menggunakan tandu yang terikat dan tangga petugas.

Evakuasi berlangsung dramatis. Korban yang berada di atas bangunan dievakuasi menggunakan tandu yang diikat kuat, kemudian diturunkan perlahan melalui tangga oleh petugas.

Sejumlah petugas tampak siaga di berbagai titik untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman. 

Sebagian petugas berada di atas bangunan untuk mengatur posisi tandu, sementara lainnya berjaga di bawah guna menahan dan mengarahkan proses penurunan.

Kondisi lokasi yang terbatas serta ketinggian bangunan menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyelamatan. Meski demikian, evakuasi berhasil dilakukan secara hati-hati dan terkoordinasi.

Setelah berhasil diturunkan, korban langsung dibawa untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Akses di lapangan gudang terlalu tinggi namun bisa diatasi. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit,” pungkas Alfian.

Editor : Arif Subekti
pekerja banjarmasin evakuasi serangan jantung