Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Warga AKT Tewas Ditikam di Leher Usai Mencari Spot Mancing di Sungai Martapura, Pelakunya Langsung Kabur Usai Kejadian, Diduga Korban Salah Sasaran  

Maulana Radar Banjarmasin • Kamis, 2 April 2026 | 05:31 WIB
TRAGIS: Jasad Abdillah yang jadi korban penikaman di kawasan Taluk Tepian Sungai Martapura, Rabu (1/4/2026) malam.(Foto: Maulana/Radar Banjarmasin)
TRAGIS: Jasad Abdillah yang jadi korban penikaman di kawasan Taluk Tepian Sungai Martapura, Rabu (1/4/2026) malam.(Foto: Maulana/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Pembunuhan brutal kembali terjadi di Kota Banjarmasin. Abdillah (28), warga AKT Gang Bersama RT 8, Banjarmasin Utara, tewas ditikam senjata tajam tepat di bagian leher hingga tembus, Rabu (1/4/2026) malam di kawasan Taluk Tepian Sungai Martapura. 

Mereka berencana memancing pada malam harinya bersama ayah korban.

Sebelum kejadian, Abdillah bersama rekannya, Roni (32) menuju lokasi untuk mengecek spot memancing di Sungai Martapura.

Kebetulan, saat itu telah terjadi keributan pemuda di sana, salah satunya pelaku.

Nahas, saat mau pulang usai survei spot mancing, Abdillah dan Roni tiba-tiba didatangi pelaku yang langsung melontarkan ancaman. "Kalian kah mau saya lubangi," ungkap Roni menirukan ucapan pelaku.

Tak lama kemudian, pelaku langsung menyerang. Korban sempat menangkis serangan.

Sedangkan Roni terkena tikaman di bahu kanan saat berusaha menarik Abdillah dari serangan pelaku.

Namun, pelaku kembali menyerang hingga mengenai leher korban. "Saya baru sadar setelah itu, luka tusuknya tembus di leher," ungkap Roni.

Usai kejadian, pelaku langsung kabur. Mirisnya, meski di lokasi terdapat banyak warga, tak satu pun yang sigap membantu membawa korban ke Rumah Sakit.

"Banyak warga di sana, tapi tidak ada yang membantu. Kami ini tidak kenal pelaku, kemungkinan salah sasaran,"ujarnya.

Dalam kondisi panik dan korban terus mengeluarkan darah, Roni berusaha memberikan pertolongan seadanya dengan melilitkan baju ke leher korban untuk menghentikan pendarahan.

Ia kemudian berlari tancap gas memacu motornya untuk memberi kabar kepada ayah korban. Jarak ke rumah pun lumaya jauh sekitar 2 kilometer. "Sempat dibantu dua ibu-ibu, tapi yang lain tidak ada," katanya.

Roni kemudian kembali ke lokasi bersama ayah Abdillah. Saat itu, Abdillah masih tergeletak di tempat kejadian, hingga ambulans relawan datang dan Abdillah langsung dilarikan ke IGD rumah sakit.

Sayangnya, nyawa Abdillah tak tertolong."Setelah sampai di Rumah Sakit, korban dinyatakan meninggal dunia," tambahnya.

Sementara itu, ayah korban, Rifani (75) mengaku tak menyangka anak bungsunya akan mengalami nasib tragis tersebut.

Ia mengatakan mereka memang berencana memancing usai Salat Isya. "Saya tidak tahu kapan dia berangkat. Habis Magrib, Roni datang mengabarkan anak saya ditikam," ujarnya.

Rifani menyebut sempat merasakan firasat tak enak sejak sore hari. "Perasaan tidak enak, terus ingat dia. Ternyata ini yang terjadi," ucapnya lirih.

Diketahui, korban sehari-hari bekerja serabutan dan belum menikah. "Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," harapnya.

Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Utara, AKP Sunardi saat dikonfirmasi menyampaikan pihaknya masih melakukan penyelidikan di lapangan. "Anggota masih di TKP, kasus ini masih dalam penyelidikan," singkatnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#pembunuhan brutal #tewas ditikam #senjata tajam #banjarmasin #sungai martapura